nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Kanada Tuduh Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 08:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 10 18 2151341 pm-kanada-tuduh-iran-tembak-jatuh-pesawat-ukraina-pZl8887Tr0.jpg PM Kanada, Justin Trudeau. (Foto: Reuters)

OTTAWA – Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau menuduh Iran telah “tanpa sengaja” menembak pesawat Ukrainian International Airlines (UIA) penerbangan 752 yang jatuh di dekat Teheran pada Rabu, 8 Januari lalu. Trudeau mengatakan ada sejumlah laporan intelijen yang mendukung tuduhannya tersebut.

"Kami memiliki intelijen dari berbagai sumber," kata Trudeau sebagaimana dilansirr RT pada Kamis. "Intelijen menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara Iran. Ini mungkin tidak disengaja."

BACA JUGA: Pesawat Berpenumpang 180 Orang Jatuh Usai Lepas Landas di Bandara Iran

Meski begitu, Trudeau tak mau buru-buru mengambil kesimpulan untuk menyalahkan pihak tertentu terkait insiden tersebut.

Pada Rabu lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku dirinya curiga bahwa "seseorang bisa saja membuat kesalahan" terkait dengan jatuhnya pesawat nahas itu. Namun, Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Media AS mengutip para pejabat anonim yang mengatakan bahwa Boeing 737 "sangat mungkin" dijatuhkan oleh sistem pertahanan udara Iran pada Rabu pagi.

Namun, otoritas penerbangan sipil Iran telah menolak teori tersebut, dengan mengatakan tidak ada puing rudal ditemukan di lokasi kecelakaan.

"Secara ilmiah, tidak mungkin rudal menghantam pesawat Ukraina, dan rumor seperti itu tidak masuk akal," kata Ali Abedzadeh, kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran seperti dikutip kantor berita ISNA.

BACA JUGA: Kecelakaan Pesawat Ukraina Disebabkan Kerusakan Mesin, Bukan Serangan Rudal

Penerbangan UIA 752 jatuh beberapa menit setelah berangkat dari Teheran, berselang beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam menembakkan dua gelombang rudal ke pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak. Serangan rudal tersebut merupakan pembalasan atas pembunuhan Mayor Jenderal Qasem Soleimani pekan lalu.

Seluruh 176 penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat itu tewas, termasuk 82 warga Iran, 63 warga Kanada, dan 11 warga Ukraina.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini