Trudeau: Korban Pesawat Ukraina Mungkin Masih Hidup Jika Tak Ada Ketegangan AS-Iran

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 14 Januari 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 18 2152663 trudeau-korban-pesawat-ukraina-mungkin-masih-hidup-jika-tak-ada-ketegangan-as-iran-uWFzyUkyYJ.jpg Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. (Foto: Reuters)

OTTAWA - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada Senin mengatakan bahwa para korban pesawat Ukraina yang ditembak jatuh di Iran masih akan hidup jika peningkatan ketegangan di wilayah tersebut tidak terjadi. Komentar Trudeau itu terungkap dalam sebuah transkrip wawancaranya dengan dengan Global News TV.

Pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani dalam serangan drone Amerika Serikat (AS) di Baghdad pada 3 Januari 2020 mendorong Teheran untuk melakukan pembalasan. Pada 8 Januari 2020, Iran melancarkan serangan rudal ke pangkalan-pangkalan yang menampung tentara AS di Irak beberapa jam sebelum jet penumpang Ukraina itu ditembak jatuh menewaskan seluruh 176 penumpang dan awaknya, termasuk 57 warga Kanada.

BACA JUGA: PM Kanada Tuduh Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

"Saya pikir jika tidak ada ketegangan, jika tidak ada eskalasi baru-baru ini di wilayah itu, warga Kanada itu sekarang akan pulang bersama keluarga mereka," kata Trudeau dalam wawancara yang dilansir Reuters, merujuk pada warganya yang menjadi korban.

Trudeau mengatakan Kanada tidak menerima peringatan sebelum Amerika Serikat membunuh Soleimani, dan bahwa dia "jelas" akan lebih suka jika mendapatkan informasi mengenai langkah tersebut.

“AS membuat keputusannya. Kami berusaha untuk bekerja sebagai komunitas internasional dalam masalah besar. Tetapi kadang-kadang negara mengambil tindakan tanpa memberitahu sekutu mereka,” katanya.

BACA JUGA: Iran Tembak Pesawat Berpenumpang 176 Orang, PM Kanada Janjikan Keadilan bagi Korban

Trudeau mengatakan bahwa sementara pemerintahnya bekerja secepat mungkin untuk membawa mayat-mayat itu ke rumah untuk dimakamkan, kemungkinan akan memakan waktu berminggu-minggu atau "mungkin bahkan berbulan-bulan" untuk melakukannya.

Pada Senin, 13 Januari, Kanada mengatakan bahwa Iran telah memberi isyarat bahwa penyelidik Kanada akan mengambil peran aktif dalam penyelidikan kecelakaan itu. Iran sebelumnya telah mengakui bahwa insiden mengerikan itu disebabkan oleh rudal yang ditembakkannya dalam sebuah "kesalahan yang berakhir dengan bencana."

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini