nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Tentara Amerika Serikat Berlindung di Bunker saat Dihujani Rudal Iran

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 07:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 14 18 2152869 kisah-tentara-amerika-serikat-berlindung-di-bunker-saat-dihujani-rudal-iran-lWi4FFnzfh.jpg Pangkalan Militer AS Ain Al Asad di Irak usak digempur rudal Iran. (Foto/Reuters)

ALASAD – Tentara Iran menembakkan puluhan rudal balistik ke Pangkalan udara Amerika Serikat Ain Al Asad, Irak sebagai balasan atas tewasnya Komandan Pasukan Khusus Iran, Qassem Soleimani. Pangkalan militer tersebut terletak di Al Anbar, Irak Barat. Ada 1.500 warga AS di pangkalan milter tersebut.

"Sungguh ajaib tidak ada yang terluka," kata Letnan Kolonel Staci Coleman, perwira Angkatan Udara AS yang bertanggung jawab pangkalan udara di Ain al-Asad melansir Reuters, Selasa 14 Januari 2020.

"Siapa yang mengira mereka [Iran] akan meluncurkan rudal balistik, dan tidak korban?"

Foto/Reuters

Serangan pada 8 Januari, itu terjadi beberapa jam setelah Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan bahwa Amerika Serikat harus waspada terdahap serangan balasan Iran atas tewasnya Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di Irak minggu sebelumnya.

Baca juga: Iran Akui Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Pembunuhan itu menimbulkan kekhawatiran perang Timur Tengah, tetapi Amerika Serikat, Irak, dan negara-negara lain yang menempatkan pasukanya di pangkalan itu mengatakan tidak ada korban luka mapun jiwa terkait serangan rudal Iran.

Para pemimpin militer AS mengatakan nihilnya korban itu berkat tangkasnya para komandan di lapangan, bukan niat baik Iran.

Foto/Reuters

Di satu lokasi, dampak rudal jelajah menyebabkan lubang besar dan membakar tempat tinggal pasukan yang terbuat dari kontainer.

Amerika Serikat tidak memiliki pertahanan udara di pangkalan, jadi komandan lapangan harus bertanggung jawab untuk melindungi pasukan mereka.

"Kami mendapat pemberitahuan bahwa mungkin ada serangan beberapa jam sebelumnya, jadi ada peralatan yang dipindahkan," kata Sersan Staf AS Tommie Caldwell.

Seperti teror

Letkol Coleman mengatakan, pada jam 10 malam semua staf di bawah komandonya siap untuk berlindung. "Orang-orang menganggap ini sangat serius," katanya.

Tiga setengah jam kemudian, rudal mulai berdatangan. Beberapa tentara mengatakan rudal terus berjatuhan selama dua jam.

Staf Sersan Armando Martinez, yang berada di tempat terbuka untuk mengawasi korban, tidak percaya betapa mudahnya rudal meratakan tembok yang terbuat dari beton.

“Ketika roket menyerang itu biasa tapi rudal balistik, seperti teror," katanya.

"Anda melihat cahaya putih seperti bintang jatuh dan kemudian beberapa detik kemudian mendarat dan meledak. Suatu hari, setelah serangan itu, seorang rekan melihat bintang jatuh yang sebenarnya dan panik," ujar Staf Sersan Armando Martinez.

Satu rudal mendarat di landasan parkir dan mengenai helikopter Blackhawk yang membantu mengangkut peralatan saat perang melawan gerilyawan Negara Islam atau IS (ISIS sebelumnya).

Beberapa helikopter telah dipindahkan tetapi dua hanggar hancur dan dua bangunan portabel rusak terkena rudal.

"Kami berada di bunker selama lebih lima jam, mungkin tujuh atau delapan," kata Kenneth Goodwin, Sersan Utama dari Angkatan Udara AS. "Mereka tahu apa yang mereka tuju dengan menargetkan lapangan udara dan area parkir."

"Setelah serangan rudal ini, kami mendengar kabar ada kemungkinan serangan roket dari milisi, kami hanya berpikir, 'Oh, ini hanya roket'," kata Coleman, menceritakan perasaannya saat serangan rudal berakhir.

Militer Irak mengatakan empat orang terluka akibat serangan Iran di pangkalan udara Balad di Irak utara, yang juga menampung tentara AS. Sumber-sumber militer mengidentifikasi mereka yang terluka adalah tentara Irak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini