Napi Ngaku Anggota TNI, Perdaya Perempuan hingga Untung Setengah Miliar

Sigit Dzakwan, iNews.id · Selasa 14 Januari 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 340 2152726 napi-ngaku-anggota-tni-perdaya-perempuan-hingga-untung-setengah-miliar-sGg5pUx9ed.jpg Napi kasus pembunuhan menipu sejumlah perempuan hingga mendapatkan Rp500 juta (Foto : iNews/Sigit)

PALANGKARAYA - Seorang narapidana yang mendekam di Lapas Klas IIA Kota Palangka Raya, Kalteng, memperdaya sejumlah peremupuan melalui media sosial. Rayuan mautnya membuat sejumlah korban mau mentransfer hingga setengah miliar rupiah lantaran dia berjanji akan menikahi mereka.

Modus operandi pria bertato yang menjadi pesakitan dalam kasus pembunuhan ini dengan cara membuat akun Instagram palsu dengan nama @Baremestri yang berprofesi sebagai prajurit TNI.

Ilustrasi penipuan

Awalnya, Edo Purnama (26) meretas akun Facebook milik personel TNI AD sejak 2019 yang bertugas di Medan melalui telepon genggam. Alat komunikasi tersebut berhasil diselundupkan dari temannya yang telah bebas dari Lapas Palangkaraya.

"Handphone saya beli dari teman yang sudah bebas. Setelah itu saya cari di facebook lihat ada tentara yang tugas di Medan bernama TS lalu saya retas. Saya belajar sendiri cara meretasnya," ujar Edo di Mapolresta Palangka Raya, Selasa (14/1/2020).

Setelah meretas akun FB milik anggota TNI, dirinya kemudian mengunduh foto dan video anggota TNI tersbut dimasukan ke dalam akun instagram yang dibuat dengan nama @Bargemestri.

“Dari situlah saya mulai berkenalan dengan para korban mayoritas kaum hawa. Kemudian hingga akhirnya meminta nomor Whatsapp lalu berteleponan dan video call,” tuturnya.

Baca Juga : Harun Masiku Menghilang karena OTT Bocor? Ini Kata KPK

Baca Juga : Ini Penyebab Beberapa Daerah di Bandung Jarang Hujan

Selanjutnya, Edo mulai merayu para korban dengan dalih akan diajak nikah jika mau mengirim sejumlah uang ke nomor rekening bank.

“Uang ratusan juta rupiah yang ditransfer para korban melalui rekening sejumlah keluarga napi lainnya dan dialihkan ke rekening pegawai Lapas. Yang ambil uangnya itu adalah pegawai Lapas. Saya ngaku sama pegawai Lapas bilang ada pihak pengusaha sawit transfer ke saya dan para petugas percaya," kata Edo.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini