nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PM Mahathir Mohamad: Saya Siap Mundur Kapan Saja

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 12:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 15 18 2153108 pm-mahathir-mohamad-saya-siap-mundur-kapan-saja-AOL8HYCTT3.jpg Perdana Menteri Mahathir Mohamad. (Foto/Bernama)

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad siap mengundurkan diri kapan saja jika diminta oleh koalisi Pakatan Harapan.

“Saya pikir ini akan diputuskan oleh keempat partai, apakah mereka ingin saya pergi atau tidak,” kata dia seperti melansir The Star, Rabu (15/1/2020).

Koalisi Pakatan Harapan terbentuk pada 22 September 2015, terdiri dari Partai Aksi Demokratis, Partai Keadilan Rakyat, Partai Amanah Nasional, dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia.

"Sejauh yang saya ketahui, jika mereka ingin saya mundur, saya akan mundur sekarang," kata pria yang saat ini berusia 94 tahun itu.

Foto/Reuters

Pernyataan Mahathir menanggapi usulan beberapa anggota parlemen dari Partai Keadlian Rakyat (PKR), bahwa ia akan menyerahkan jabatan perdana menteri kepada presiden PKR, Anwar Ibrahim pada Mei 2020.

Mahathir sebelumnya, berjanji akan menyerahkan kabatannya kepada Anwar setelah Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada November di mana Malaysia akan menjadi tuan rumah.

Baca juga: Mantan PM Malaysia Dituduh Perintahkan Polisi Tembak Mati Warga Mongolia

Baca juga: PM Malaysia Mahathir Mohamad Mimisan saat Konferensi Pers

Sekretaris Jenderal PKR Saifuddin Nasution Ismail mengatakan, dewan Pakatan Harapan memiliki kebijaksanaan untuk menangani masalah dan hal-hal yang berkaitan dengan penyerahan jabatan perdana menteri, lapor Bernama.

“Yang penting adalah jaminan bahwa (transisi kekuasaan) akan tertib dan lancar, dan tidak akan menimbulkan keresahan,” kata dia.

"Saya pikir itu adalah prioritas dan saya percaya pada kebijaksanaan dewan presiden Pakatan," lanjutnya.

Namun, Wakil Presiden Partai Pribumi Bersatu Malaysia, Abdul Rashid Abdul Rahman mengatakan, Mahathir harus diizinkan untuk terus memimpin Malaysia karena ia memiliki program besar untuk memajukan negaranya.

“Biarkan dia memetakannya dan menyelesaikan beberapa program. Ini adalah program yang bagus untuk negara ini. Untuk saat ini tidak perlu perubahan jabatan perdana menteri,” tuturnya.

"Saya lebih suka dia melanjutkan [jabatan PM] sampai Pemilihan Umum ke-15, dan kemudian membiarkan pemimpin lain menjadi perdana menteri jika Pakatan menang lagi," kata Abdul Rashid.

(fzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini