Langkah AS itu memicu Iran untuk tidak mematuhi komitmennya pada kesepakatan, dan mulai melakukan pengayaan uranium.
Iran mengklaim telah memperkaya uranium hingga 4,5 persen. Apa yang dilakukan ini melanggar batas 3,67 persen yang ditetapkan selama kesepakatan nuklir 2015.
Rouhani mengatakan, Iran dapat membalikkan langkah-langkah yang melampaui batasan dalam perjanjian segera setelah sanksi dicabut.
“Apa yang kami lakukan bisa dibalik. Apa pun yang kami lakukan soal nuklir berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), ”kata Rouhani.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.