Lelaki paruh baya itu mulai menaruh curiga karena tak ada kepastian pembayaran gaji. Meski mengklaim kekuasaan besar seluruh negara di dunia, akhirnya dua pimpinan keraton harus takluk saat digelandang polisi.
"Setelah saya bergabung masuk dalam keanggotaan, saya merasa ragu dan curiga. Perasaan saya itu karena adanya ketidakpastian. Untuk itu setelah adanya peristiwa kemarin (penangkapan) baru saya sadar. Saya merasa tertipu dan menjadi korban," terangnya.
Baca Juga : KPK Pertanyakan Keaslian Sprinlidik Kasus Wahyu Setiawan Dimiliki Masinton
Warga Desa Pogung Jurutengah itu berpesan kepada masyarakat agar tak mudah terbuai dengan janji-janji yang tak jelas. Terlebih, bila harus membayar sejumlah uang untuk bisa bergabung, sebagaimana pola perekrutan Keraton Agung Sejagat.
"Untuk itu pesan saya seperti anggota Keraton Agung Sejagat kepada masyarakat yang lain, jangan mudah tergiur dengan adanya iming-iming yang tidak ada kepastian. Jadi harapan saya agar warga yang lain tidak menjadi korban seperti diri saya," tuturnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.