nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ungkap Keraton Palsu di Purworejo, Polisi Gandeng 3 Profesor

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 01:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 512 2153456 ungkap-keraton-palsu-di-purworejo-polisi-gandeng-3-profesor-bFWWdms3Bu.jpg Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: Ist)

SEMARANG – Tiga guru besar Universitas Diponegoro (Undip) turut dikerahkan untuk mengungkap keraton palsu yang berdiri di Purworejo, Jawa Tengah. Mereka memiliki keahlian khusus di bidang sejarah dan hukum pidana.

Ketiganya adalah Profesor Dr Singgih Tri Sulistiyono MHum dan Profesor Dr Yety Rochwulaningsih yang ahli dalam bidang sejarah. Kemudian guru besar berikutnya adalah Profesor Dr Nyoman Serikat Putra Jaya SH MH ahli hukum pidana.

Baca juga: Keraton Agung Sejagat Miliki 13 Kementerian, Salah Satunya Khusus Ritual 

"Kita juga melakukan kajian aspek historis, kesejarahan, apa betul masih ada jejak-jejak Kerajaan Mataram II," kata Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel kepada awak media, di Mapolda Jateng, Rabu 15 Januari 2020.

Keraton Agung Sejagat Purworejo. (Foto: Istimewa)

Jenderal bintang dua ini mengatakan ketiga pakar dari kalangan akademik tersebut bersinergi dengan tim yang dibentuk Polda Jateng. Tim dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Budi Haryanto.

Baca juga: Ikut Keraton Agung Sejagat, Pemulung Jadi Jenderal Bintang Tiga 

"Untuk itu kemarin saya langsung menghubungi Rektor Universitas Diponegoro Profesor Yos Johan Utama. Beliau menugaskan tiga guru besar, ahli dalam bidang masing-masing," tambah dia.

"Mereka adalah Profesor Singgih, ahli kesejarahan, bersama Profesor Yety, yang kemarin langsung bertugas bersama Kombes Budi untuk menelusuri jejak-jejak kerajaan ini benar atau tidak. Sekarang sedang dikerjakan. Kemudian Profesor Nyoman, ahli hukum pidana, untuk melihat fenomena ini masuk kategori pidana atau bukan," bebernya.

Ia mengatakan, penyelidikan terhadap kasus Keraton Agung Sejagat tidak hanya mengedepankan aspek yuridis atau hukum, melainkan juga historis, sosiologis, filosofis, dan psikologis para pelaku.

Baca juga: Polres Purworejo Olah TKP Keraton Agung Sejagat Kumpulkan Alat Bukti 

"Berdasarkan fenomena tersebut pada 14 Januari, Polda Jawa Tengah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan, melakukan penilaian dari berbagai aspek," terangnya.

"Kami melakukan lima aspek penilaian terhadap fenomena ini, tidak hanya yuridis. Untuk aspek filosofis (mengenai) nilai-nilai kebangsaan, ideologi yang dibawa, termasuk juga dengan dasar negara kita," tandasnya.

Baca juga: Keraton Agung Sejagat Dinilai Tak Perlu Dibesar-Besarkan 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini