nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantah Klaim Keraton Agung Sejagat, Pemkab Gandeng Sejarawan & Budayawan

Jum'at 17 Januari 2020 09:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 512 2154101 bantah-klaim-keraton-agung-sejagat-pemkab-gandeng-sejarawan-budayawan-SWjBiXYg16.JPG Suasana Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah (Foto: KRJogja)

PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo akan meluruskan bias sejarah Keraton Agung Sejagat (KAS) yang viral beberapa waktu terakhir.

Pemerintah akan menggandeng beberapa ahli sejarah dan budayawan Purworejo untuk menyusun narasi bantahan atas klaim KAS.

Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Purworejo, Pram Prasetya Achmad mengatakan, ada banyak informasi kurang pas yang disampaikan pemimpin KAS, R Toto Santosa terkait eksistensi kerajaannya.

"Ada sejarah yang salah disampaikan tersangka pemimpin keraton," tuturnya melansir KRjogja, Jumat (17/01/2020).

Ada dugaan upaya mencampuradukkan sejarah ketika yang bersangkutan menyampaikan sejarah tentang kepemimpinan tanah Jawa kepada pengikutnya. KAS menyampaikan adanya perjanjian antara Majapahit dan Portugis tahun 1518. Padahal, kata Pram, tidak ada literasi yang pernah menuliskan fakta sejarah perjanjian itu.

Tersangka Toto, lanjutnya, juga membuat pernyataan tidak berdasar dengan klaim KAS berkuasa di seluruh dunia. Bahkan PBB dan Pentagon adalah bagian di bawah kerajaan.

Keraton Agung Sejagat

Menurutnya, informasi keberadaan keraton dan latar sejarah yang disampaikan pihak KAS, dinilai telah membuat kehebohan dan berpotensi menjadikan suasana kurang kondusif.

"Bayangkan sekarang ini banyak warga berbondong-bondong melihat keraton di Pogung Juru Tengah. Jika tidak segera diluruskan, tentu bisa memunculkan kerawanan-kerawanan," tegasnya.

Draf narasi itu mulai disusun pemkab. Setelah jadi, lanjutnya, pemerintah akan mengundang dinas kebudayaan, dinas arsip, sejarawan dan budayawan, untuk berkumpul.

"Kita satukan persepsi, kita lengkapi apa yang masih kurang, kemudian setelah selesai, akan disampaikan kepada masyarakat," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini