nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Pengikut Keraton Agung Sejagat Tertarik Bergabung

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 17 Januari 2020 14:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 17 512 2154282 ini-alasan-pengikut-keraton-agung-sejagat-tertarik-bergabung-HJViB5RIR0.jpg Prajurit Keraton Sejagad (foto: Illustrasi Sindo)

KULONPROGO - Pengikut Keraton Agung Sejagat (KAS), Kasnan (40) mengaku, awal dirinya bergabung ke KAS, saat bekerja sebagai buruh dan diajak oleh para temannya. Hingga akhirnya dia ikut menghadiri pertemuan di rumah rekannya tersebut.

Dari pertemuan itu, kata Kasnan, dia tertarik dan memutuskan untuk bergabung sejak 10 bulan lalu. Kasnan mengaku berminat karena kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakoni KAS.

“Saya bergabung karena tertarik dengan sosial kemasyarakatan," kata Kasnan di rumahnya di Desa Triharjo, Kulonprogo, DIY, Jumat (17/1/2020).

 Baca juga: Polisi Dalami Peran Mahamenteri Wiwik di Keraton Agung Sejagat

Kata dia, untuk menjadi anggota KAS harus membayar uang pendaftaran senilai Rp1,5 juta. Dari sana ia kemudian kerap ikut dalam pertemuan yang kebanyakan membahas masalah ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

 KERATON SEJAGAT

Dalam setiap pertemuan ini, dia juga banyak mengeluarkan uang yang ditarik secara kolektif. Besarannya sukarela dan biasanya hanya memberi sekitar Rp10 ribu.

"Saya malah tidak tahu akan dapat gaji atau pencairan dana,” sambungnya.

 Baca juga: Cerita Pengikut Keraton Agung Sejagat yang Ngaku Tertipu hingga Ngutang Beli Seragam

Atas kejadian ini, Kasnan mengaku sakit hati. Dia menyatakan tidak akan pernah bergabung dengan organisasi semacam itu. Kendati demikian, Kasnan mengganggap hal ini adalah musibah dan tidak akan menuntut si pendiri KAS yang kini sudah diamankan Polda Jawa Tengah.

Sekadar diketahui, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, yaitu Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat onar dan melakukan penipuan.

Kedua pelaku diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 14 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini