nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Galau, Bisa Jadi Penyebab Banyak Masyarakat Gabung Keraton Agung Sejagat

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 20:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 512 2154499 galau-bisa-jadi-penyebab-banyak-masyarakat-gabung-keraton-agung-sejagat-y2JEoOVS6S.jpg Keraton Agung Sejagat mengklaim miliki aset seluruh dunia (Foto: Ist)

SEMARANG - Ratusan orang menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat setelah diiming-imingi jabatan dan gaji besar dalam bentuk Dolar.

Mereka pun rela mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah agar bisa tercatat menjadi anggota keraton.

Antropolog Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dr. Nugroho Trisnu Brata, mengatakan, fenomena itu terjadi dalam masyarakat liminality.

Tandanya berupa berbagai peristiwa yang membuat galau secara luas, baik dalam bidang politik, ekonomi, bencana, maupun perang.

"Biasanya masyarakat akan merindukan sosok yang bisa memberi solusi. Biasanya sosok tersebut punya kepandaian bicara dan pandai merangkai diksi yang memesona masyarakat galau, walau kadang diselipi dengan kebohongan mimpi dan pengalaman metafisik," kata Trisnu, Jumat (17/1/2020).

Baca Juga: Kerajaan Pajang, Peninggalan Joko Tingkir Menolak Disamakan Keraton Agung Sejagat

Dia menjelaskan, dalam tradisi masyarakat Kristiani biasa dinamai gerakan mesianisne dari kata Mesias/ Mesiah/ Almasih/ Yesus/ Isa. Dalam tradisi masyarakat Islam dinamakan gerakan Ratu Adil.

"Ratu Adil atau Imam Mahdi itu pengaruh Islam bukan asli Jawa sebab kosmologi Jawa lama, tidak mengenal istilah adil," terangnya.

"Dimas Kanjeng di Jawa Timur, Ratu Adil Herucokro, Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah adalah contoh lain gerakan mesianisme di Jawa," tambah dosen Antropologi Unnes itu.

Sekadar diketahui, masyarakat dihebohkan dengan munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo Jawa Tengah. Keraton itu dipimpin oleh Raja Toto Santoso (42) dengan permaisuri Ratu Fanni Aminadia (41). Keduanya ditangkap polisi karena diduga melakukan penipuan dan menggelar aktivitas yang meresahkan masyarakat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini