Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Sidang Perdana Pemakzulan Trump, Adu Argumen Ramaikan Media Massa AS

Jelang Sidang Perdana Pemakzulan Trump, Adu Argumen Ramaikan Media Massa AS
Foto: Reuters.
A
A
A

WASHINGTON – Tokoh-tokoh penting dalam sidang pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu, 19 Januari, terlibat debat tajam dengan tim pembela.

Perdebatan itu berkisar seputar pertanyaan apakah usaha Trump dalam mendesak presiden Ukraina untuk menggelar penyelidikan yang akan menguntungkannya secara politik bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum dan digunakan menurunkannya dari jabatan.

BACA JUGA: 100 Anggota Senat AS Disumpah Jadi Juri di Sidang Pemakzulan Trump

Sidang pemakzulan Trump resminya telah dimulai pekan lalu, dengan penunjukan tim jaksa oleh kelompok Demokrat dan akan dimulai dengan mendengarkan argumen pembukaan pada Selasa, 21 Januari, demikian diwartakan VoA, Senin (20/1/2020).

Tetapi pihak-pihak yang akan membahas nasib presiden Trump pada Minggu terlibat perang kata-kata lewat acara radio dan televisi. Perdebatan itu memberi petunjuk pada publik AS tentang apa yang akan mereka lihat dan dengar dalam sidang-sidang Senat.

Alan Dershowitz, salah seorang anggota tim pengacara Trump mengatakan kepada CNN bahwa “kalaupun fakta-fakta yang diajukan pihak Demokrat benar, hal itu tidak cukup untuk menyatakan Trump bersalah dan menurunkannya dari jabatan.”

Seratus orang Senator di Senat AS juga akan memutuskan apakah Trump melakukan “kejahatan besar dan kecil”, seperti yang disebutkan dalam undang-undang dasar (UUD) AS, sehingga ia bisa diturunkan dari jabatannya. Senat yang dikuasai Partai Republik tampaknya tidak akan menyatakan Trump bersalah, karena vonis itu membutuhkan dua pertiga suara Senat.

BACA JUGA: Dimakzulkan, Trump Ingin Persidangannya Segera Digelar di Senat AS

Pada Juli lalu, Trump meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mulai mengadakan penyelidikan atas salah seorang saingan utamanya dalam pemilihan presiden (pilpres) 2020, mantan wakil presiden Joe Biden, yang putranya pernah bekerja pada sebuah perusahaan gas alam Ukraina.

Permintaan Trump itu disampaikan dalam pembicaraan telepon dengan Zelensky, sementara dia menahan bantuan militer sebesar USD391 juta, yang sangat diperlukan Kiev untuk melawan kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina Timur.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement