Share

Dimakzulkan, Trump Ingin Persidangannya Segera Digelar di Senat AS

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 20 Desember 2019 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 20 18 2144371 dimakzulkan-trump-ingin-persidangannya-segera-digelar-di-senat-as-q7g4PKuA9W.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menuntut agar pengadilan pemakzulannya segera digelar di Senat. Tuntutan itu diumumkan Trump di tengah kebuntuan antara kubu Partai Demokrat dan Partai Republik mengenai kapan akan dimulainya persidangan itu.

Dalam serangkaian tweet, Trump menuduh Demokrat tidak ingin menggelar pengadilan karena "kasus mereka sangat buruk".

BACA JUGA: Ini 2 Presiden AS yang Pernah Dimakzulkan seperti Donald Trump

"Jadi setelah Demokrat tidak memberi saya Proses yang Wajar di DPR, tidak ada pengacara, tidak ada saksi, tidak ada apa-apa, mereka sekarang ingin memberitahu Senat bagaimana menjalankan persidangan mereka. Sebenarnya, mereka tidak memiliki bukti apa pun, mereka bahkan tidak akan pernah datang (ke persidangan). Mereka ingin keluar. Saya ingin pengadilan segera!" demikian tulis Trump dalam salah satu tweet sebagaimana dilansir BBC, Jumat (20/12/2019).

Dia mengatakan Partai Demokrat tidak menginginkan Adam Schiff, yang memimpin proses pemakzulan, Joe dan Hunter Biden dan pelapor CIA yang memicu penyelidikan untuk bersaksi.

Pada Rabu, DPR AS memakzulkan Trump atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan obstruksi Kongres.

Tetapi kubu Demokrat telah menolak untuk memulai segera proses persidangan, dengan alasan Senat yang dikontrol Republik menolak diajukannya saksi dan tidak akan menggelar pengadilan yang adil. Perbandingan jumlah anggota kedua kubu di Senat berarti Trump hampir pasti akan dibebaskan.

Terdapat 53 senator Republik di 100 kursi Senat AS, dan pemakzulan membutuhkan suara dua pertiga dari keseluruhan anggota untuk mendukung.

Proses pemakzulan telah berjalan dengan sangat panas dan terbagi hampir sepenuhnya di sepanjang garis partai.

BACA JUGA: Penyebab Trump Dimakzulkan Atas Tuduhan Menyalahgunakan Kekuasaan

Kedua dakwaan yang disetujui pada Rabu mengikuti tuduhan bahwa Trump telah menekan Ukraina untuk menggali informasi tentang saingannya dari Partai Demokrat Joe Biden dan putranya Hunter, dan kemudian menolak untuk bekerja sama dengan penyelidikan kongres mengenai masalah tersebut.

Untuk melanjutkan proses pemakzulan, DPR yang dikendalikan Demokrat harus mengirimkan pasal-pasal pemakzulan kepada Senat. Tetapi Ketua DPR Nancy Pelosi menolak untuk melakukannya sampai aturan sidang Senat dapat diterima oleh Demokrat.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Pemimpin Partai Republik Senat, Mitch McConnell, akan menentukan ketentuan persidangan dan Demokrat ingin dia memberikan rincian tentang saksi mana dan kesaksian apa yang akan diizinkan. McConnell menolak tuntutan tersebut.

"Kami tetap mengambil jalan buntu," katanya, setelah pertemuan singkat dengan pemimpin minoritas Senat Demokrat, Chuck Schumer.

McConnell menyebut proses pemakzulan sebagai "yang paling terburu-buru, paling tidak menyeluruh dan paling tidak adil" dalam sejarah, menandakan jenis dendam bipartisan yang diharapkan ketika persidangan dimulai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini