BAGHDAD - Enam warga Irak termasuk dua polisi tewas dan puluhan lainnya cedera akibat kerusuhan berujung bentrok pada Senin 20 Januari 2020 malam.
Narasusmber dari medis dan kesehatan yang tidak disebut namanya dalam laporan Reuters, Selasa (21/1/2020) mengatakan, tiga pengunjuk rasa meninggal di rumah sakit Baghdad. Para korban mengalami luka setelah polisi menembakkan peluru di Tayaran Square.
Dua pemrotes ditembak oleh peluru tajam, sementara yang ketiga terkena tabung gas air mata. Korban tewas keempat ditembak oleh polisi di kota suci Syiah Kerbala.
Baca juga: Militer AS Kehilangan Tujuh Drone Selama Serangan Rudal Iran di Pangkalan Irak
Baca juga: Tokoh Berpengaruh Ajak Warga Irak Usir Pasukan Amerika Serikat
Para pengunjuk rasa melemparkan bom molotov dan batu ke polisi, yang dibalas petugas dengan gas air mata dan granat setrum.
“Mereka (pasukan keamanan) harus berhenti menembak dan membidik, siapa mereka dan siapa kita? Kedua belah pihak adalah warga Irak. Jadi mengapa Anda membunuh saudara-saudara Anda?” kata seorang wanita yang berunjuk rasa di Baghdad, yang menolak menyebutkan namanya.
Tiga roket Katyusha jatuh di dalam Zona Hijaud di Baghdad yang menampung gedung-gedung pemerintah dan misi asing, kata sumber kepolisian kepada Reuters.
Roket diluncurkan dari distrik Zafaraniyah dari luar Baghdad, sumber tersebut mengatakan. Ia menambahkan bahwa dua roket mendarat dekat kedutaan AS.
Di kota minyak Irak, Basra, dua polisi dipukul dan dibunuh oleh sipil selama protes, kata sumber-sumber keamanan.
Sopir itu berusaha menghindari tempat bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan ketika ia melaju ke dua petugas, kata mereka.
Protes massa telah mencengkeram Irak sejak 1 Oktober, yang didomminasi kaum muda menuntut perombakan sistem politik yang mereka anggap korup. Hingga saat ini sudah lebih dari 450 orang tewas.
(Rachmat Fahzry)