nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ganjar Datangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 20:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 21 512 2156288 ganjar-datangi-keraton-agung-sejagat-di-purworejo-Y9Q44TIpVg.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Datangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo (foto: iNews/Taufik B)

PURWOREJO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunjungi Keraton Agung Sejagat di Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo. Selain disambut ribuan masyarakat yang memadati sekitar keraton, Ganjar juga disambut Namono sang juru bangunan sekaligus penjaga keraton.

Ganjar tiba di lokasi keraton yang sudah diberi police line itu pukul 17.15 WIB. Begitu turun dari mobil H1, Ganjar tampak kesusahan berjalan menuju keraton. Masyarakat menyemut di jalan yang lebarnya hanya 2 meter. Sementara di sisi-sisi jalan itu puluhan pedagang menjajakan aneka snack dan makanan.

Baca Juga: Sudah Diakui Fiktif, Keraton Agung Sejagat Bubar? 

Setelah berjalan beberapa meter dari mobil, seorang pria berkaos merah berusia sekira 60 tahun menghadang Ganjar. Beberapa menit mereka ngobrol serius di tengah kerumunan warga.

"Oalah Sampeyan seng mbangun keraton iki? (Ternyata Anda yang membangun keraton ini?)," kata Ganjar kepada pria yang mengaku bernama Namono, Selasa (21/1/2020).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Datangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo (foto: iNews/Taufik Budi)	 

Kepada Ganjar, Namono menjelaskan proses pembangunan keraton itu berjalan kurang lebih satu bulan. Selain membangun, Namono juga diberi mandat sebagai penjaga keraton. Yang membuat Ganjar kaget, Namono mengaku melakukan semua itu tanpa minta imbalan upah. Dia dijanjikan, kelak ketika keraton berhasil berdiri, bakal didaulat sebagai abdi dalem.

Begitu mendengar kisah Namono, Ganjar lantas bertanya kepada ratusan masyarakat yang berjubel apakah ada yang berniat hendak menjadi bagian Keraton Agung Sejagat saat berkunjung. Mereka pun bersahutan mengatakan tidak. Hanya mengobati rasa penasaran dan mengisi waktu luang.

Ganjar pun lantas keliling ke seluruh sisi-sisi keraton, melihat benteng yang terbuat dari batako dan bagunan calon pendapa. Mengamati batu prasasti yang diukir indah juga sebuah kolam yang dikiranya sebagai Sendang Kamulyan. Namun begitu memasuki ruang utama keraton, para pewarta tidak diperbolehkan mengikuti.

Baca Juga: Permintaan Maaf Raja Keraton Agung Sejagat Diharapkan Redakan Kegaduhan Publik

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini