nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPBD Sebut Banjir di Desa Gamel Cirebon Akibat Jebolnya Tanggul

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 01:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 21 525 2155792 bpbd-sebut-banjir-di-desa-gamel-cirebon-akibat-jebolnya-tanggul-dZ9mB70Ak8.jpg Satu desa di Cirebon kebanjiran akibat jebolnya tanggul sungai (Foto : Okezone.com/Fathnur)

CIREBON - Wilayah Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terendam banjir pada Senin (20/1/2020) malam. Selain curah hujan tinggi, banjir penyebab banji disebut tanggul Sungai Cikenanga jebol.

Dari pantauan Okezone di lokasi, kawasan terparah yang terendam banjir berada di Perumahan Cahaya Permai, Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ketinggian air sendiri mencapai 40 cm sampai 100 cm.

Desa di Cirebon kebanjiran hingga 80 cm (Foto : Okezone.com/Fathnur)

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman menjelaskan, tanggul sungai Cikenanga jebol, air sungai pun meluap dan merendam rumah warga. Menurutnya, debit air sungai Cikenanga meningkat akibat curah hujan yang tinggi.

Dikatakan Eman, banjir mulai merendam wilayah Desa Gamel pada pukul 18.30 WIB. Pada hari Minggu 19 Januari 2020, banjir juga sempat merendam wilayah tersebut. Namun, pada siang harinya air itu kemudian perlahan surut.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Desa di Cirebon Kebanjiran hingga 80 Cm

"Banjir ini penyebabnya adalah ada tanggul yang jebol di Sungai Cikenanga. Mengakibatkan air meluap masuk ke perumahan," kata Eman saat ditemui Okezone di lokasi kejadian, (20/1/2020) malam.

Eman megungkapkan, selain tanggul jebol, keberadaan sampah di selokan di sekitar wilayah tersebut juga menjadi penyebab terjadinya banjir.

Guna mengantisipasi agar banjir tidak kembali lagi terjadi pada keesokan hari, pihaknya beserta dinas terkait akan melakukan perbaikan sementara di tanggul Sungai Cikenanga.

Pihaknya akan memasang sejumlah kayu bambu di tanggul yang jebol tersebut. Nantinya, kayu-kayu itu akan ditambah dengan karung pasir sehingga diharapkan mampu menahan air agar tidak meluap.

"Besok akan melakukan perbaikan secara darurat dulu. Kami akan pasang bambu dan karung pasir," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini