Soal Rekomendasi Pintu Belakang Megawati, Ini Kata Hadi Rudyatmo

Bramantyo, Okezone · Rabu 22 Januari 2020 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 512 2156472 soal-rekomendasi-pintu-belakang-megawati-ini-kata-hadi-rudyatmo-b9q21ODzOq.jpg Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

SOLO – Pernyataan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tentang adanya bakal calon kepala daerah yang main belakang untuk mendapatkan rekomendasi menjadi polemik.

Megawati mengatakan hal itu saat menghadiri perayaan Natal di Manado, beberapa waktu lalu. Pernyataan itu dinilai merujuk situasi jelang Pilwalkot Solo 2020. Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDIP FX Hadi Rudyatmo mengaku tidak tahu siapa sosok yang lewat pintu belakang untuk mendapatkan rekomendasi Megawati.

"Lah sapa sing metu (yang keluar) lewat belakang. Aku lewat pintu depan terus saja kok neng nggone bue (di tempat Ibu Megawati). Aku lewat pintu depan Gedhe kae (besar itu). Ndak pintu belakang," ujar Rudy, Selasa (20/1/2020).

"Ya, kalau ibu (Megawati) menyampaikan statement seperti itu, ya tanya ke ketua umum. Sebetulnya ketua umum saya piyayinya bijak," ujarnya.

Kongres V PDIP Kukuhkan Megawati sebagai Ketua Umum Periode 2019-2024

Rudy mengaku sangat paham dengan sifat Megawati yang tidak suka didahului atau dibohongi. Sebagai Ketua Umum, tidak mungkin Megawati selalu urutan sosok dalam proses pencalonan kepala daerah.

"Saya jamin dan yakin Ibu enggak tahu itu. Urutan berapa nggak pernah tahu nomor. Karena Sekjen itu kan kepercayaan ketua umum. Ketua umum tidak mengurusi masalah perolehan suara, namun untuk penetapan caleg terpilih kan dari KPU. Dan penetapan itu kan sesuai dengan perundang-undangan yang ada," katanya.

Ia menegaskan, jika kader PDIP betul-betul mempunyai ideologi Pancasila, tak akan mau melakukan hal-hal yang merusak nama partai, termasuk main belakang.

Terkait rekomendasi, Rudy kembali tegaskan tugasnya sudah selesai dengan menjalankan PP No 24 tahun 2017. Tinggal Ketua Umum dan DPP yang merumuskan, dan menilai.

"Bu Mega tidak pernah ada mengundang satu per satu calon, enggak ada ceritanya itu. Saya tidak pernah menemui sendiri. Yang jelas tugas saya sudah selesai, tinggal tunggu rekomendasi ketua umum. Untuk waktunya hak tahu yang punya kewenangan ketua umum," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini