Sehingga, ungkap Tunjung, dalam waktu singkat, gerakan ini mampu mendapatkan pengikut yang cukup banyak. Keberhasilan gerakan tersebut dikarenakan adanya ketidaknyaman masyarakat terhadap kondisi saat ini.

Sehingga, begitu ada sebuah gerakan yang menjanjikan masa keemasan, masyarakat yang merasakan ketidaknyaman terhadap kondisi saat ini akan ikut bergabung di dalamnya.
"Kita menjadi terheran-heran, ketika muncul kerajaan-kerajaan seperti ini kenapa pemerintahaan sepertinya gagal memahami satu fenomena sosial yang terjadi di masyarakat," ujarnya.
"Seharusnya, intelijen negara sudah bisa menangkap fenomena tersebut. Karena untuk bisa meyakini masyarakat atau mendapatkan pengikut yang banyak tentu tidak hanya membutuhkan waktu satu atau dua bulan saja, tapi bertahun tahun," ujarnya.