nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seperti Apa Hukuman Pembinaan 1 Tahun pada Pelajar Pembunuh Begal?

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 15:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 23 519 2157242 seperti-apa-hukuman-pembinaan-1-tahun-pada-pelajar-pembunuh-begal-QNT7RqwDup.jpg Suasana di luar ruang sidang pelajar bunuh begal di Malang (Foto : Okezone.com/Avirista)

MALANG - Majelis hakim telah memvonis ZA, pelajar pembunuh begal di Malang dengan menjalani hukuman pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, selama satu tahun.

Keputusan hakim tersebut dilandasi dengan usia ZA yang masih di bawah umur. Dalam menjalankan persidangan sendiri, aparat hukum menggunakan undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 mengenai Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Pelajar ZA divonis 1 tahun pembinaan (Foto : Okezone.com/Avirista)

Sesuai aturan yang berlaku di Undang-undang tersebut, anak yang terjerat kasus hukum bisa dilakukan pembinaan oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas).

Di LKSA yang juga Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Aitam itu, nantinya ZA akan menjalani keseharian seperti anak kos selama satu tahun. Namun, ZA tetap diperkenankan untuk bersekolah sampai lulus.

"Dalam LKSA yang sekaligus Ponpes itu, ZA masih bisa bersekolah di sekolahnya. Jadi gambarannya seperti anak kos, pulang ke Pondok dan di sana nanti dia ikut sejumlah kegiatan, kayak orang mondok biasa, ya karena lokasinya ini Ponpes," ujar Pendamping petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang dalam kasus ZA, Indung Budianto, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga : Kemenag Tunda Wacana Pengaturan Naskah Khutbah Jumat

Baca Juga : Polisi Periksa 25 Orang untuk Ungkap Kemunculan Keraton Agung Sejagat

Menurut Indung, penempatan ZA di Ponpes yang juga LKSA ini lantaran adanya kerjasama antara Bapas Kelas 1 Malang dengan pihak Ponpes.

"Jadi LKSA ini merupakan MOU antara Bapas Malang yang menangani anak yang bermasalah hukum. Nantinya anak itu akan dibina dalam LKSA Darul Aitam, ini khusus untuk Malang raya," kata Indung.

Selama di LKSA Darul Aitam, nantinya ZA akan dibina dengan sejumlah kegiatan yang berorientasi pembenahan pada mental dan spiritualnya.

"Pembinaan mental diberikan ya seperti diberikan pengetahuan agama sesuai porsinya. Kalau waktunya ya sekolah biasa saja. Jadi dia ya seperti santri biasa, mondok ya ngaji, ya ikut kajian agama begitu," tukasnya.

Sebagai informasi, kasus hukum yang menimpa ZA ini berawal pada pada Minggu malam 9 September 2019 keluar bersama pacarnya di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dihadang oleh sekelompok kawanan pembegal.

Tak lama, ada dua orang mencoba merampas sepeda motornya dan handphone ZA. Tak cukup disana saja, pelaku juga berusaha memperkosa pacar ZA yang berinisial V.

Namun korban ZA memberikan perlawanan dan menusukkan pisau yang diambilnya dari dalam jok sepeda motor miliknya hingga menewaskan seorang begal bernama Misnan. Alhasil dua pelaku begal lainnya pun melarikan diri melihat rekannya terkapar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini