Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Konflik Manusia-Harimau di Sumsel, BKSDA: Jangan Buka Lahan di Hutan Lindung

Melly Puspita , Jurnalis-Jum'at, 24 Januari 2020 |15:44 WIB
Konflik Manusia-Harimau di Sumsel, BKSDA: Jangan Buka Lahan di Hutan Lindung
Foto: WWF
A
A
A

PALEMBANG - Keganasan Harimau Sumatera membuat berbagai pihak kelimpungan. Konflik antara manusia dan harimau, sejak November 2019, setidaknya menyebabkan beberapa orang di Sumatera Selatan tewas dimangsa.

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan di wilayah hutan lindung.

"Kawasan hutan yang menjadi habitat harimau Sumatera agar tidak dilakukan aktifitas pemanfaatan atau alih fungsi lahan atau membuka lahan, karena wilayah tersebut merupakan daerah jelajah Harimau Sumatera," kata Kepala BKSDA Sumsel, Genman S Hasibuan kepada Okezone, Jumat (24/1/2020).

Diketahui, seekor harimau Sumatera berjenis kelamin jantas berhasil diamankan oleh BKSDA Sumsel dan tim gabungan TNI, Polri dan warga melalui Box Trap yang sudah dipasang di beberapa titik di Muara Enim Sumsel, 21 Januari 2020 lalu.

Baca Juga: Harimau Sumatera Ditangkap, Redakan Konflik Manusia dan Hewan Liar di Muara Enim

Harimau berbobot kurang lebih 90 kilogram itu langsung dibawa ke Tambling Wild Live Nature Conservation (TWNC) Lampung. Tim dokter yang ada di TWNC melakukan serangkaian tes untuk memastikan apakah harimau tersebut yang memangsa manusia atau bukan.

Dikabarkan, saat tiba di TWNC keadaan harimau jantan itu dalam keadaan sehat dan tenang serta dalam pola pernafasan yang teratur.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement