Jika persyaratan itu dipenuhi, “perlawanan akan dihentikan sementara hingga tentara terakhir meninggalkan Irak,” sebut al-Sadr dalam pernyataan yang dilansir VOA, mengacu pada pasukan Amerika.
Demonstrasi pada Jumat itu didukung oleh partai-partai utama Syiah, termasuk partai pimpinan lawan politik al-Sadr Hadi al-Ameri, yang memimpin blok Fatah di parlemen, serta Unit-Unit Mobilisasi Rakyat, sebuah kelompok payung yang terdiri dari berbagai kelompok misi, termasuk yang didukung Iran.
Sebagai tanggapan atas kemarahan masyarakat karena serangan udara AS yang menewaskan Soleimani dan al-Muhandis, parlemen Irak meloloskan resolusi tidak mengikat bulan ini, meminta pemerintah untuk mengusir pasukan asing dari negara itu. Legislator Kurdi dan sebagian besar Sunni memboikot pemungutan suara itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.