nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ribuan Orang Gelar Unjuk Rasa di Baghdad Tuntut Pasukan AS Tinggalkan Irak

Sabtu 25 Januari 2020 19:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 25 18 2158287 ribuan-orang-gelar-unjuk-rasa-di-baghdad-tuntut-pasukan-as-tinggalkan-irak-ENn5QMaXqc.jpg Foto: Reuters.

BAGHDAD - Ribuan pendukung ulama Syiah radikal terkemuka di Irak pada Jumat, 24 Januari berkumpul di pusat Kota Baghdad berunjuk rasa menuntut agar pasukan Amerika Serikat (AS) meninggalkan negara itu.

Protes itu berlangsung di tengah meningkatnya sentimen anti-Amerika setelah serangan drone yang menewaskan seorang jenderal senior Iran di Baghdad awal bulan ini.

Seruan “Tidak, tidak Amerika!” terdengar melalui pengeras suara di alun-alun di tengah ibu kota Irak sejak sebelum Salat Jumat.

BACA JUGA: Komandan Pasukan Elite Iran Tewas dalam Serangan Roket di Bandara Irak

Jalan-jalan dan jembatan yang menuju Zona Hijau yang dijaga ketat diblokir oleh penghalang-penghalang beton. Zona Hijau adalah pusat pemerintahan Irak dan lokasi beberapa kedutaan besar asing, termasuk Kedutaan Besar Amerika.

Pasukan keamanan Irak berjaga-jaga, menutup akses ke gerbang-gerbang menuju zona tersebut.

Aparat keamanan dikerahkan dalam jumlah besar sementara demonstran, dari ibu kota maupun provinsi-provinsi di bagian selatan, berjalan kaki menuju tempat berkumpul di kawasan Jadriya di Baghdad, sambil melambai-lambaikan bendera Irak dan mengenakan kain kafan simbolis.

Ulama Syiah Moqtada al-Sadr, yang partainya merebut kursi terbanyak dalam pemilihan legislatif Mei 2018, telah menyerukan “demonstrasi sejuta orang” untuk menuntut penarikan pasukan Amerika dari Irak.

Dia menyerukan penarikan ini setelah serangan drone AS di dekat bandara Baghdad menewaskan Jenderal Senior Iran Qassem Soleimani dan komandan senior milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis. Insiden tersebut memicu kemarahan para pejabat Irak dari seluruh spektrum politik.

BACA JUGA: Tokoh Berpengaruh Ajak Warga Irak Usir Pasukan Amerika Serikat

Dalam pernyataan pada Jumat, al-Sadr, yang pengikutnya berjuang melawan pasukan AS setelah invasi pimpinan AS untuk menggulingkan Saddam Hussein pada 2003, mengeluarkan daftar persyaratan bagi kehadiran militer AS di Irak. Daftar itu mencakup pembatalan perjanjian keamanan yang sekarang ini, menutup pangkalan-pangkalan militer AS, mengakhiri kegiatan perusahaan keamanan Amerika dan menutup akses ke wilayah angkasa Irak.

Jika persyaratan itu dipenuhi, “perlawanan akan dihentikan sementara hingga tentara terakhir meninggalkan Irak,” sebut al-Sadr dalam pernyataan yang dilansir VOA, mengacu pada pasukan Amerika.

Demonstrasi pada Jumat itu didukung oleh partai-partai utama Syiah, termasuk partai pimpinan lawan politik al-Sadr Hadi al-Ameri, yang memimpin blok Fatah di parlemen, serta Unit-Unit Mobilisasi Rakyat, sebuah kelompok payung yang terdiri dari berbagai kelompok misi, termasuk yang didukung Iran.

Sebagai tanggapan atas kemarahan masyarakat karena serangan udara AS yang menewaskan Soleimani dan al-Muhandis, parlemen Irak meloloskan resolusi tidak mengikat bulan ini, meminta pemerintah untuk mengusir pasukan asing dari negara itu. Legislator Kurdi dan sebagian besar Sunni memboikot pemungutan suara itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini