nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Manado Diimbau Jangan Panik Terkait Virus Korona

Subhan Sabu, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 21:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 25 340 2158286 warga-manado-diimbau-jangan-panik-terkait-virus-korona-sxOHwszBEG.jpg Illustrasi virus (foto: WebMD)

MANADO - Seorang perempuan berinisial G (25), penerjemah asal Indonesia yang sehari-harinya bekerja untuk turis China diduga terpapar virus Korona. G secara sukarela melapor ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulut bahwa enam hari yang lalu pernah merasakan demam.

Laporan yang bersangkutan langsung ditindak lanjuti dengan menjemputnya dengan ambulans ke tempat dia menginap, dan dibawa ke RSUP Prof Kandou untuk dilakukan pemeriksaan. Terduga saat ini ditempatkan di ruang isolasi Irina F dan masuk dalam golongan status pengawasan.

"Kami masih golongkan dalam pengawasan, karena sesuai kriteria dia ada riwayat demam tapi kondisi sekarang suhu badan normal dan riwayat dari daerah terdampak, dari Tiongkok dan daerah sekitarnya sedangkan kondisi fisik dalam keadaan baik," jelas Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik RSUP Prof Kandou Manado, dr Hanry Takasenseran kepada Okezone, Sabtu (25/1/2020).

 Baca juga: 13 Negara yang Terserang Virus Korona, Ini Daftarnya

Riwayat terduga, menurut dr Hanry baru tiba dari China dan merupakan guide (pemandu wisata) ke Tiongkok termasuk juga ke Wuhan, sekira enam hari yang lalu. Terduga merupakan petugas interpreter yang terlibat dalam penerbangan kegiatan tourisme dan melakukan perjalanan ke daerah terdampak.

"Riwayat setelah dari Tiongkok itu dia pernah mengalami demam, tapi ketika kami periksa di sini suhu badannya normal, tapi kami tetap perlakukan sesuai format yang ada, ditempatkan diruang isolasi, tetap dalam penanganan khusus," ujar dr Hanry.

 Baca juga: Deretan Virus di Dunia yang Gemparkan Warga Indonesia

Terhadap terduga sudah dilakukan pemeriksaan, ambil darah, ambil lapisan dari tenggorokan dan sudah di foto rontgen. Nantinya kalau dari hasil foto rontgen itu ada gejala-gejala Pneumonia, dan hasil pemeriksaan laboratorium itu positif baru kita bisa nyatakan bahwa ini positif virus korona.

"Gejala-gejala ya seperti gejala flu biasa, ada riwayat demam tapi sekarang ini tidak demam, makanya kami golongkan dia dalam status pengawasan belum suspect, tapi perlakuannya sama, kami tempatkan dalam ruang isolasi," kata dr. Hanry

Namun dr Hanry meminta kepada masyarakat agar jangan panik karena bersama dengan Dinas Kesehatan dan Stakeholder terkait sudah dilakukan pertemuan, dan sudah diatur semua langkah-langkah antisipasi, apa yang harus dilakukan dalam kasus seperti ini.

"Jadi untuk pasien ini kita akan ambil sampelnya untuk pemeriksaan tenggorokannya akan diperiksa di Jakarta kalau hasilnya negatif tentu bisa dipulangkan," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini