nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Musik Cokek Losari Khas Cirebon yang Kerap Dimainkan saat Perayaan Imlek

Fathnur Rohman, Jurnalis · Minggu 26 Januari 2020 01:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 26 525 2158344 mengenal-musik-cokek-losari-khas-cirebon-yang-kerap-dimainkan-saat-perayaan-imlek-lzOoh6yBpD.jpg Grup Pat Im Langgeng memainkan musik cokek khas Cirebon saat malam Imlek di Vira Dewi Welas Asih. (Foto : Okezone.com/Fathnur Rohman)

MUSIK cokek losari. Begitulah nama kesenian yang dimainkan Surip (57) bersama keenam orang temannya saat mengiringi malam perayaan Tahun Baru Imlek ke 2571 di Vihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon, Jawa Barat, kemarin.

Surip dipercaya warga keturunan Tionghoa Cirebon untuk memainkan musik ini dalam malam perayaan Imlek setiap tahunnya.

Diceritakan Surip, cokek losari adalah jenis musik yang menggabungkan dua unsur kebudayaan, yaitu Tionghoa dan Cirebon. Ia dan rekan-rekannya memainkan musik bernuansa mandarin dengan irama nada pelog khas gamelan Cirebon.

"Namanya cokek losari atau musik pat im losari. Ini satu-satunya di Cirebon. Mungkin di Indonesia. Nama sanggar kami Pat Im Langgeng," ujar Surip kepada Okezone, Sabtu (25/1/2020) malam.

Surip mengatakan, musik khas Cirebon ini sudah diajarkan turun temurun oleh kakek buyutnya. Surip adalah generasi ketiga yang melestarikan musik ini. Ia memperkirakan musik cokek Losari sudah berusia ratusan tahun.

Grup musik pat im, yang anggotanya terdiri atas umat Islam, ikut meriahkan perayaan Imlek di Vihara Dewi Welas Asih, Cirebon. (Foto : Okezone.com/Fathnur Rohman)

Ia mengungkapkan, banyak pelajaran yang bisa diambil dari musik cokek losari. Salah satunya adalah tentang pentingnya menjaga toleransi. Surip mengaku meski beragama Islam, ia tetap senang memainkan musik cokek losari setiap malam perayaan Imlek.

"Awalnya dari buyut saya yang diajarin sama orang Tionghoa. Namanya enggak tahu. Tapi itu sudah lama sekali. Musiknya sendiri sudah ratusan tahun. Saya Islam, tapi tiap tahun main musik cokek di sini, " ujar Surip.

Sementara itu, pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Gwi Khusung atau Romo Sungkono mengungkapkan, hanya kelompok pat im Langgeng yang bisa menyesuaikan irama pemuka agama dari Tionghoa saat sedang melafalkan doa-doa.

Selain itu, kata Sungkono, kelompok pat im Langgeng memang selalu memainkan musik khas Cirebon ini di Vihara Dewi Welas Asih.

"Mereka tiap Imlek main musik di sini. Mereka satu-satunya di Cirebon dan paling tua. Cuma mereka yang iramanya bisa sama saat biksu mengucap mantra dan sutra," tutur Sungkono.

Tarik Perhatian Peneliti Asal Amerika Serikat

Palmeer Keen, pria asal Amerika Serikat ini sudah menghabiskan 8 tahun untuk meneliti musik-musik tradisional di Indonesia. Dirinya tertarik untuk meneliti musik cokek Losari setelah menontonnya di Youtube.

 

Menurut Keen, musik cokek Losari memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dengan musik cokek Betawi. Ia menjelaskan perbedaan besar yang ada antara musik cokek losari dengan musik cokek betawi terletak pada iramanya. Musik cokek betawi hanya memainkan musik mandarin dengan gaya irama musik betawi.

"Saya pernah meneliti musik Tionghoa di daerah lain. Pernah di Padang. Di sini menarik. Menariknya ada aspek Jawa (Cirebon) dan Tionghoa yang dipadukan. Saya awalnya tertarik setelah menonton di Youtube, " kata Keen saat berbincang dengan Okezone.

Warga Amerika Serikat peneliti musik tradisional, Palmeer Keen. (Foto : Okezone.com/Fathnur Rohman)

Keen menuturkan, ada banyak kesenian Tionghoa di Indonesia yang belum terkenal. Salah satunya musik cokek losari ini. Keen mengaku, data dokumentasi dan catatan sejarah musik cokek losari masih sangat minim. Hal inilah yang mendorong Keen untuk meneliti musik cokek Llsari sejak tahun kemarin.

Dari pengamatan Keen ada beberpa alat musik khas Tionghoa yang dimainkan dalam musik cokek Losari, yaitu sona (suona) dan tehyan kohmayan. Sementara alat musik dari Cirebon ada gamelan kromong, gendang, dan lainnya.

Keen berharap hasil penelitiannya ini bisa membantu masyarakat Indonesia. Hal itu mengingat data dan catatan soal musik cokek losari masih sangat minim. Selain meneliti musik cokek losari, Keen pernah meneliti musik khas Cirebon lainnya yakni gong renteng.

"Harapannya catatan dan data penelitian ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, " ucap Keen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini