nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesawat Militer AS Jatuh di Afghanistan, Taliban Klaim Bertanggung Jawab

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 09:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 28 18 2159326 pesawat-militer-as-jatuh-di-afghanistan-taliban-klaim-bertanggung-jawab-CU03VvXYyh.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) pada Senin mengonfirmasi bahwa sebuah pesawat E-11A miliknya telah jatuh di Provinsi Ghazni, Afghanistan. Namun juru bicara militer membantah klaim bahwa Taliban telah menembak jatuh pesawat tersebut.

Para pejabat senior Afghanistan mengatakan kepada Reuters bahwa pihak berwenang telah mendesak personel keamanan setempat untuk menemukan dan mengidentifikasi puing-puing pesawat itu, di daerah pegunungan yang sebagian dikendalikan oleh Taliban.

"Sementara penyebab kecelakaan sedang diselidiki, tidak ada indikasi kecelakaan itu disebabkan oleh tembakan musuh," kata Juru Bicara militer AS, Kolonel Sonny Leggett, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Selasa (28/1/2020).

Pesawat militer yang dibuat oleh Bombardier Inc. itu digunakan untuk menyediakan kemampuan komunikasi di lokasi terpencil.

Kolonel Leggett tidak mengatakan berapa banyak personel militer yang ada di pesawat itu atau jika ada yang korban tewas.

Pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa kurang dari lima orang berada di pesawat ketika jatuh. Seorang pejabat mengatakan bahwa informasi awal menyebutkan sedikitnya dua orang berada di pesawat saat insiden itu terjadi.

Foto dan video di media sosial yang diyakini berasal dari lokasi jatuhnya pesawat menunjukkan sisa-sisa pesawat Bombardier E-11A. Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian foto-foto tersebut.

"Pesawat itu, yang berada dalam misi intelijen, dijatuhkan di daerah Sado Khel di distrik Deh Yak Provinsi Ghazni," kata Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan.

Mujahid tidak mengatakan bagaimana para militan Taliban menembak jatuh pesawat itu. Dia mengatakan kru yang berada di pesawat itu salah satunya adalah seorang perwira tinggi militer AS.

Seorang pejabat senior pertahanan membantah ada perwira senior AS terlibat dalam insiden tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini