Luncurkan Rencana Perdamaian Timteng, Trump Janjikan Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel

Rabu 29 Januari 2020 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 18 2159859 luncurkan-rencana-perdamaian-timteng-trump-janjikan-yerusalem-jadi-ibu-kota-israel-1ENrCcPXHv.jpg Foto: Getty.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memaparkan rencana perdamaiannya Timur Tengah pada Selasa, 28 Januari. Dia memperingatkan prakarsanya yang sering disebut sebagai “Kesepakatan Abad Ini” (Deal of the Century) itu mungkin merupakan peluang satu-satunya bagi Palestina untuk meraih kemerdekaan sejati.

"Visi saya menghadirkan peluang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, solusi dua negara yang realistis," kata Trump kepada para pejabat dan wartawan di Gedung Putih sebagaimana dilansir BBC, Rabu (29/1/2020).

BACA JUGA: Trump Akan Umumkan Rencana Perdamaian Timteng ke Israel Tanpa Wakil Palestina

Berdasarkan rencana Trump tersebut, Yerusalem akan diakui sebagai Ibu Kota Israel dan keamanannya akan dijamin dalam kesepakatan.

Trump juga akan menawarkan pihak Palestina wilayah berdampingan bagi negara itu, serta bantuan keuangan dalam jumlah besar, dengan syarat Palestina memenuhi sejumlah tuntutan.

Berbicara di samping Trump, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan Israel harus memiliki kedaulatan di Lembah Yordania. Dia juga mengecam anggapan dari PBB yang menyatakan perluasan permukiman Yahudi melanggar hukum internasional dan menyebutnya sebagai sebuah kebohongan besar.

Namun, rencana perdamaian Trump itu tidak mendapat sambutan positif dari para wakil Palestina. Mereka bahkan mengecam cetak biru yang diprakarsai Trump itu.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan menolak rencana Trump tersebut dan menyebutnya sebagai "konspirasi".

"Saya katakan kepada Trump dan Netanyahu: Yerusalem tidak untuk dijual, semua hak kami tidak untuk dijual dan tidak untuk tawar-menawar," kata Abbas dalam pidato yang disiarkan televisi dari Ramallah di Tepi Barat.

"Dan kesepakatan Anda adalah konspirasi," tambahnya.

Sementara para pejabat Hamas, kelompok utama Palestina di wilayah Gaza, menyebut usulan itu tidak masuk akal. Pejabat Hamas mengatakan Trump berusaha melikuidasi proyek nasional Palestina.

BACA JUGA: Presiden Palestina: Kesepakatan Damai AS Adalah 'Tamparan Abad Ini'

Pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya, juga menolak usulan untuk menjadikan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Negara Palestina. Dia menegaskan Ibu Kota Palestina adalah Yerusalem dan tidak ada lokasi yang bisa menggantikannya.

Bahkan sebelum diumumkan, ribuan warga Palestina menggelar aksi di Kota Gaza menolak rencana perdamaian Trump.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini