nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bendera China Diganti Partikel Virus Korona, PM Denmark: Itu Kebebasan Berekspresi

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 29 Januari 2020 13:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 29 18 2159988 bendera-china-diganti-partikel-virus-korona-pm-denmark-itu-kebebasan-berekspresi-r4twVUO1ko.jpg Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. (Foto/Reuters)

KOPENHAGEN – Perdana Menteri Mette Frederiksen menyebut gambar di salah satu surat kabar di Denmark, yang mengubah bintang dalam bendera nasional Republik Rakyat China dengan partikel virus korona jenis baru adalah kebebasan berekspresi.

"Kami memiliki tradisi yang sangat, sangat kuat di Denmark, tidak hanya untuk kebebasan berekspresi, tetapi juga untuk gambar satiris," kata Frederiksen melansir AP News, Rabu (29/1/2020).

"Itu posisi Denmark yang terkenal, dan kami tidak akan merubahnya," tambahnya.

Baca juga: China Alokasi Rp588 Miliar untuk Pengendalian Virus Korona di Wuhan

Baca juga: Korban Tewas Akibat Virus Korona di China Capai 132 Orang, 5.974 Kasus Terkonfirmasi

Foto/AFP

Jyllands-Posten, salah satu surat kabar terlaris di Denmark, menerbitkan kartun bendera China yang sudah diubah pada Senin 27 Januari 2020, bersamaan dengan laporan soal virus korona yang mewabah Kota Wuhan, Hubei.

Penerbitan kartun bendera itu membuat marah China dan menuntut agar Jyllands-Posten meminta maaf dan bertobat.

Kedutaan Besar China untuk Denmark dalam sebuah pernyataan menyebut penerbitan kartun bendera yang telah diubah dengan mikroskopis virus korona jenis baru tersebut telah menghina hati nurani manusia.

Pada September 2005, Jyllands-Posten menerbitkan 12 kartun Nabi Muhammad, yang menyebabkan kemarahan luas di kalangan umat Islam, yang umumnya berpendapat bahwa penggambaran Muhammad adalah penistaan, dan sering memicu protes keras.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini