Pengalamannya menimba ilmu di Kweekschool membuat Soedirman muda sempat menjadi seorang guru. Bahkan, ia sempat menjabat kepala sekolah di sekolah dasar Muhammadiyah.
Soedirman juga dikenal sebagai negosiator dan mediator yang lugas dan tegas saat memimpin kelompok pemuda Muhammadiyah. Kendati Jepang sempat menduduki Indonesia pada 1942, ia tetap aktif mengajar.
Penolakannya terhadap penjajahan membawa Soedirman bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA). Soedirman pun sempat menjabat komandan batalion di Banyumas.
Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Yogyakarta pada 18 November 1945. Sejarah akan terus mengenang aksi heroik Soedirman saat bergerilya selama tujuh bulan di hutan belantara Jawa lantaran menolak takluk dengan agresi militer kedua Belanda demi menjaga kedaulatan negara.
Saat bergerilya itu Soedirman terpaksa ditandu karena tengah mengalami penyakit tuberkulosis. Sehingga hanya hidup dengan satu paru-paru. Soedirman wafat pada 29 Januari 1950 karena penyakit yang diidapnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.