5 Wabah Mematikan Sepanjang Sejarah Selain Virus Korona

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 30 Januari 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 18 2160628 5-wabah-mematikan-sepanjang-sejarah-selain-virus-korona-TSbIJ2nLtI.jpg Pasien terinfeksi virus korona menjalani perawatan di rumah sakit di Wuhan, China. (Foto/Xinhua)

VIRUS KORONA JENIS BARU atau 2019-CoV yang berpusat di Kota Wuhan, telah menewaskan 162 orang dan menjangkiti 7.771 jiwa di China, dalam laporan terbaru Komisi Kesehatan Nasional China, Kamis (30/1/2020).

Sebelumnya pada tahun 2002, virus korona juga menyebabkan saluran pernafasan akut atau SARS yang menginfeksi 8.096 orang dan membunuh lebih dari 774 orang di 37 negara. Wabah SARS juga bermula di China.

Sementara sindrom pernafasan Timur Tengah atau wabah MERS pada 2012, menewaskan 858 orang dan menjangkiti 2.494 di 27 negara.

Selain virus korona yang menyebabkan ratusan kematian, berikut ini wabah yang lebih mematikan sepanjang sejarah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Wabah Hitam

Black Death atau Wabah Hitam yang melanda Eropa di masa lalu bukan disebarkan oleh tikus.

Sebelumnya diyakini bahwa serangkaian wabah yang melanda Eropa antara abad ke 14 dan abad ke 19 tersebut disebarkan tikus dan kutu-kutunya.

Wabah Hitam merenggut korban sekitar 25 juta jiwa atau lebih dari sepertiga populasi Eropa pada masa 1347 hingga 1351.

2. Flu Spanyol

The Spanish Flu atau Flu Spanyol (meskipun faktanya bukan berasal dari Spanyol) mewabah ketika dunia tengah berupaya pulih setelah didera Perang Dunia Ke I. Imbas flu tersebut mengejutkan dan menjangkau tempat-tempat terpencil.

Sebanyak 50 orang juta diyakini meninggal karena Flu Spanyol yang mewabah sepanjang 1918-1919. Sekitar 25 juta dari kematian, itu terjadi dalam 25 minggu pertama wabah Flu Spanyol.

3. HIV / AIDS

Epidemi ini masih terus berlanjut karena bat untuk penyakit HIV/AIDS belum ditemukan.

Pada 2011 setidaknya 60 juta orang telah terinfeksi oleh AIDS dan 25 juta telah meninggal. Saat ini dampaknya sangat bervariasi di seluruh dunia. Korban kematian bertambah menjadi sekitar 35,3 juta pada 2012. Sedangkan pada 2016 korban kematian diperkirakan mencapai 43 juta jiwa.

4. Wabah Justinian

Pada tahun 541, tikus di kapal gandum Mesir membawa penyakit ke Kekaisaran Romawi Timur yang pada akhirnya menewaskan sekitar 25 juta orang.

Dari tahun 541 sampai 542 Masehi, wabah itu membunuh 40% penduduk Konstantinopel.

Sejarawan Bizantium, Procopius mengklaim bahwa pada puncaknya wabah penyakit pes itu menelan korban jiwa 10.000 orang per hari.

Penyakit ini kemudian menyebar ke seluruh kawasan timur Laut Tengah dan menewaskan seperempat penduduk kawasan tersebut.

5. Wabah Antoninus

Pada abad Dua Masehi, status negara adi daya Eropa berada di tangan Kekaisaran Romawi Kuno yang memiliki angkatan bersenjata dengan kekuatan maha dahsyat.

Tetapi militer yang sama ternyata hampir menyebabkan kehancuran masyarakat Romawi sewaktu pada tahun 165 Masehi, setelah pasukan yang kembali dari perang di Timur membawa penyakit yang menyebabkan kematian sekitar lima juta orang.

Wabah yang dikenal dengan wabah Antoninus, yang diberi nama setelah salah satu kaisar, Marcus Aurelius Antoninus meninggal akibat penyakit itu, membunuh seperempat penderitanya.

Pada tahun 166 Masehi, seorang dokter dan penulis Yunani, Galen, pergi dari Roma ke kampung halamannya di daerah yang sekarang bagian dari Turki dan mencatat beberapa gejala wabah Antoninus.

Di bukunya Methodus Medendi, dia menulis tentang demam, diare dan radang kerongkongan, diikuti dengan bisul kering dan basah pada kulit setelah sembilan hari.

Para pakar saat ini menduga penyakit itu kemungkinan besar adalah cacar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini