4. Wabah Justinian
Pada tahun 541, tikus di kapal gandum Mesir membawa penyakit ke Kekaisaran Romawi Timur yang pada akhirnya menewaskan sekitar 25 juta orang.
Dari tahun 541 sampai 542 Masehi, wabah itu membunuh 40% penduduk Konstantinopel.
Sejarawan Bizantium, Procopius mengklaim bahwa pada puncaknya wabah penyakit pes itu menelan korban jiwa 10.000 orang per hari.
Penyakit ini kemudian menyebar ke seluruh kawasan timur Laut Tengah dan menewaskan seperempat penduduk kawasan tersebut.
5. Wabah Antoninus
Pada abad Dua Masehi, status negara adi daya Eropa berada di tangan Kekaisaran Romawi Kuno yang memiliki angkatan bersenjata dengan kekuatan maha dahsyat.
Tetapi militer yang sama ternyata hampir menyebabkan kehancuran masyarakat Romawi sewaktu pada tahun 165 Masehi, setelah pasukan yang kembali dari perang di Timur membawa penyakit yang menyebabkan kematian sekitar lima juta orang.
Wabah yang dikenal dengan wabah Antoninus, yang diberi nama setelah salah satu kaisar, Marcus Aurelius Antoninus meninggal akibat penyakit itu, membunuh seperempat penderitanya.
Pada tahun 166 Masehi, seorang dokter dan penulis Yunani, Galen, pergi dari Roma ke kampung halamannya di daerah yang sekarang bagian dari Turki dan mencatat beberapa gejala wabah Antoninus.
Di bukunya Methodus Medendi, dia menulis tentang demam, diare dan radang kerongkongan, diikuti dengan bisul kering dan basah pada kulit setelah sembilan hari.
Para pakar saat ini menduga penyakit itu kemungkinan besar adalah cacar.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.