Tengkorak Manusia Ditemukan di Hutan Bali, Ini Hasil Uji Labfor

Jum'at 31 Januari 2020 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 244 2161326 tengkorak-manusia-ditemukan-di-hutan-bali-ini-hasil-uji-labfor-A8fJrHQhZx.jpg Tim Labfor Polri Bersama Dokter Instalasi Forensik RSUD Buleleng Mengidentifikasi Tengkorak di Hutan Bali (foto: BP-mud)

SINGARAJA – Temuan tengkoran dan tulang belulang di hutan produksi terbatas Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, dipastikan kerangka manusia.

Hal itu diketahui usai Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri bersama dokter forensik RSUD Buleleng, mengidentifikasi temuan tengkorak dan tulang-belulang itu, pada Kamis 30 Januari 2020.

Baca Juga: Temuan Kerangka Manusia di Bandung, Korban Diperkirakan Meninggal 6 Bulan Lalu 

Tengkorak dan tulang-belulang itu dipastikan berasal dari kerangka tubuh manusia yang diperkirakan meninggal dunia lebih dari satu tahun.

Identifikasi dipimpin Kabsubid Kimbio Bidlabfor Polda Bali AKBP Ngurah Wijaya Putra didampingi Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicki Tri Hardianto, Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana, Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya dan Dokter Forensik RSUD dr. Clarisa Salim.

Sejumlah sampel dari tengkorak dan tulang-belulang itu diambil untuk dilakukan uji secara laboratorium, sehingga dapat dipastikan jenis kelamin, usia, tinggi badan dan ras dari kerangka tubuh manusia tersebut.

Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, identifikasi dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan olah TKP.

”Hasil sementara dipastikan kerangka tubuh manusia. Akan ada uji laboratorium lanjutan berupa penelitian DNA, sehingga diketahui identitas lengkap korban,” kata Made Widana seperti dikutip Balipost.

Baca Juga: Kerangka Manusia Duduk di Sofa Gegerkan Warga Bandung 

Menurutnya, hasil identifikasi forensik ini diperlukan untuk mendukung pemeriksaan lebih lanjut. Identitas resmi kerangka tubuh manusia itu akan disebarkan ke setiap jajaran Polres Buleleng dan pihak terkait lain untuk memudahkan polisi melacak siapa keluarganya.

Sementara Dokter Forensik RSUD Buleleng dr. Clarisa Salim menjelaskan, hasil penelitian ini akan difinalisasi setelah pihak Labfor Polri mengeluarkan hasil identifikasi. Dari pengumpulan data dan pemeriksaan lanjutan, menunjukkan kematian hingga ditemukan menjadi kerangka lebih dari satu tahun.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini