Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cegah Penyebaran Virus Korona, AS Tolak Warga Asing yang Baru Kunjungi China

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 01 Februari 2020 |17:42 WIB
Cegah Penyebaran Virus Korona, AS Tolak Warga Asing yang Baru Kunjungi China
Foto: Reuters.
A
A
A

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan darurat kesehatan masyarakat terkait penyebaran virus korona dan akan menolak masuknya warga negara asing yang telah mengunjungi China dalam dua pekan terakhir. Pengumuman itu disampaikan di saat China mengonfirmasi hampir 12.000 kasus infeksi virus korona, dengan jumlah korban meninggal mencapai 259 orang.

Sejauh ini lebih dari 100 kasus infeksi virus korona telah dilaporkan di luar China, yang tersebar di 22 negara.

BACA JUGA: Ini Arti Virus Korona Ditetapkan Darurat Kesehatan Global oleh WHO

Dalam sebuah pernyataan publik pada Jumat, 31 Januari 2020, Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan warga AS yang kembali dari Provinsi Hubei akan menghadapi karantina selama 14 hari, sementara mereka yang kembali dari bagian lain China akan diizinkan untuk memantau kondisi mereka sendiri untuk periode yang sama.

"Mengikuti keputusan Organisasi Kesehatan Dunia, saya hari ini menyatakan bahwa virus korona merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat di Amerika Serikat," katanya kepada wartawan sebagaimana dilansir BBC, Sabtu (1/2/2020).

Dengan alasan kebutuhan untuk meringankan tekanan pada pihak berwenang, ia mengatakan bahwa warga negara asing yang telah melakukan perjalanan di China dalam 14 hari terakhir akan ditolak masuk ke AS.

BACA JUGA: Kasus Infeksi Virus Korona Bertambah Jadi 11.791, Korban Meninggal Mencapai 259 Orang

"Risiko infeksi bagi orang Amerika tetap rendah dan dengan ini, dan tindakan kami sebelumnya, kami bekerja untuk menjaga risiko rendah," tambahnya.

Dengan dikonfirmasinya satu kasus baru di California pada Jumat, jumlah kasus di AS bertambah menjadi tujuh kasus, sementara Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit (CDC) menyebutkan 191 orang sedang dipantau terkait penyakit itu.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement