Sopir Bus Rombongan Kiai NU Ngantuk Sebelum Kecelakaan di Tol Cipali

Fathnur Rohman, Okezone · Sabtu 01 Februari 2020 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 01 525 2161724 sopir-bus-rombongan-kiai-nu-ngantuk-sebelum-kecelakaan-di-tol-cipali-wOwvGHxOHy.jpg Kapolres Majalengka AKBP Mariyono dan Dirut RS Mitra Plumbon Herry Septijanto (foto: Okezone/Fathnur Rohman)

CIREBON - Sopir bus yang membawa rombongan kiai PWNU Jawa Timur (Jatim) bernama Risang Wiradhana, mengaku mengemudikan mobil bus dalam kondisi mengantuk. Akibatnya, bus tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 164, pada Jumat 31 Januari 2020 dini hari lalu.

Pengakuan Risang ini didapatkan setelah Kapolres Majalengka AKBP Mariyono menjenguknya di Rumah Sakit (RS) Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (1/2/2020).

Baca Juga: 3 Korban Kecelakaan Bus Rombongan Kiai di Tol Cipali Harus Dioperasi 

Menurut dia, Risang sempat tertidur seketika saat mengemudikan bus. Mariyono mengatakan, kondisi Risang saat ini masih trauma setelah mengalami kecelakaan tersebut. Risang juga sempat menjalani operasi pemasangan pen pada kakinya.

"Yang bersangkutan (Risang) waktu itu dalam kondisi mengantuk dan tertidur sekejap," kata Mariyono kepada Okezone, Sabtu (1/2/2020).

Kondisi Bus Pengangkut Rombongan Kiai NU (foto: Ist)	 

Hingga saat ini, Mariyono mengaku belum bisa menetapkan siapa yang akan menjadi tersangka. Namun, Mariyono menyampaikan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan itu.

Sementara Dirut RS Mitra Plumbon Herry Septijanto menuturkan, para korban kecelakaan ini rata-rata mengalami luka pada bagian tangan dan kaki. Ahmad menyebut, ada tiga orang korban yang harus menjalani operasi. Salah satunya adalah sopir bus Risang Wiradhana.

Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus Rombongan Kiai NU di Tol Cipali 

Ahmad mengungkapkan, meski ada tiga orang yang harus menjalani operasi, namun secara keseluruhan kondisi para korban berangsur membaik. Menurut Ahamad, mereka sudah bisa diajak berkomunikasi.

"Lima korban masih menjalani perawatan. Tiga di antaranya dioperasi. Secara keseluruhan kondisinya membaik. Mereka sudah bisa diajak ngobrol. Rata-rata mengalami patah tulang, " ucap Ahmad.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini