Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Berencana Pulangkan WNI Eks ISIS di Timur Tengah

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Senin, 03 Februari 2020 |18:38 WIB
 Pemerintah Berencana Pulangkan WNI Eks ISIS di Timur Tengah
Menteri Agama, Fachrul Razi (foto: Sindo)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah berencana memulangkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI), yang pernah bergabung dengan kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang kini tengah berada di beberapa negara di Timur Tengah.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, bahwa pemerintah saat ini masih mengkaji kemungkinan memulangkan mereka ke Indonesia.

"Rencana pemulangan mereka itu belum diputuskan pemerintah, dan masih dikaji secara cermat oleh berbagai instansi terkait di bawah koordinasi Menkopolhukam. Tentu ada banyak hal yang dipertimbangkan, baik dampak positif maupun negatifnya," terang Fachrul dari keterangan resmi Kemenag.go.id, Senin (3/2/2020).

 Baca juga: Pemimpin ISIS Tewas, Pengamanan Pejabat Indonesia Diminta Diperketat

Ia mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus membahas persoalan WNI yang pernah bergabung dengan ISIS dengan kementerian terkait. Menurut Menag, pemerintah menekankan pentingnya upaya pembinaan jika eks ISIS ini akan dipulangkan.

Kendati demikian, mantan Wakil Panglima TNI itu menilai proses pembinaan mantan anggota ISIS bukan hal mudah lantaran mereka telah terpapar oleh idealisme yang sangat radikal.

"Kita akan terus upayakan langkah terbaik, dengan menjalin sinergi semua elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah, tapi juga LSM dan ormas keagamaan," tegas Menag yang juga pimpinan Ormas Pejuang Bravo-5.

 Baca juga: Polri Dalami Identitas Perempuan Petempur ISIS Asal Indonesia yang Tewas di Suriah

Bersama sejumlah organisasi relawan Jokowi-Ma'ruf Amin, pihaknya juga bertekad melanjutkan pengabdian mendukung kebijakan Indonesia Maju dan mengawal kerukunan dan persatuan bangsa.

Kemenag, lanjut Fachrul, akan terus menggerakkan penguatan moderasi beragama. Sehingga, masyarakat terus diberi pemahaman keagamaan tentang pentingnya nilai-nilai moderasi dan toleransi agar tidak terjebak dalam pemahaman yang terlampau ekstrem, baik kiri berupa liberalisme-sekular, maupun kanan dalam sikap konservatisme-radikal.

"Semua kita ajak dan bina untuk mendekat pada titik gravitasi kesetimbangan, berupa moderasi beragama. Semoga, hal ini juga bisa dilakukan kepada para Eks ISIS jika mereka akan dipulangkan," tandasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement