"Kalau tidak ada prosedur karantina, sebaiknya jangan dulu, " ujar alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI tersebut.
Ia menegaskan, deteksi sembuh ideologi berbeda dengan deteksi kesehatan fisik. Pasalnya, deteksi ideologi tak semudah mendeteksi kesehatan fisik manusia.
"Kalau kesehatan fisik misalnya bisa diobservasi dari suhu badan dan demamnya, tapi kalau sakit ideologi tidak gampang dideteksi," kata dia.
Menurut dia, seorang WNI yang masih pro ISIS bisa saja berbohong dengan mengakui Pancasila sebagai ideologi negara. "Padahal mereka masih ingin berjihad ala ISIS di Indonesia. Itu yang harus diwaspadai," tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.