"Sudah tiga kali di awal tahun 2020 desa ini terendam banjir. Tanggul sungai Cikenanga jebol, sehingga luapan airnya merendam pemukiman warga, " ujar Faozan.

Faozan menyampaikan, tanggul sungai Cikenanga sebelumnya sempat diperbaiki. Akan tetapi diungkapkan Faozan, perbaikan tanggul sungai Cikenanga hanya bersifat sementara. Tidak bersifat permanen.
"Perbaikan ini untuk sementara saja. Soalnya debit air selalu tinggi jadi agak susah untuk melakukan perbaikan," ucap Faozan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.