nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Pesan Berantai Turis China Suspect Virus Korona di Manado, Ini Faktanya

Subhan Sabu, Okezone · Rabu 05 Februari 2020 16:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 05 340 2163828 viral-pesan-berantai-turis-china-suspect-virus-korona-di-manado-ini-faktanya-pPGXFmTdQo.jpg Simulasi penanganan pasien suspect virus korona di RSUD Moewardi Solo. (Foto ilustrasi: Okezone.com/Bramantyo)

MANADO – Warga Kota Manado dihebohkan adanya pesan berantai lewat WhatsApp berisi informasi soal turis China diduga terinfeksi virus korona bersembunyi di salah satu hotel di sana. Informasi tersebut menyebut turis China tersebut harusnya pulang sejak 27 Januari 2020.

Pesan berantai itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak datang ke pusat perbelanjaan Manado Town Square (Mantos) dan sekitarnya karena bersebelahan dan satu pendingin ruangan dengan hotel.

Pesan itu juga mengklaim telah mendapat konfirmasi dari dr. Pedi dan IGD Rumah Sakit Prof Kandou Manado.

Menyikapi informasi ini, Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara akhirnya angkat suara. Kepala Dinas Kesehatan (Kandinkes) Provinsi Sulawesi Utara Debie Kalalo membantah adanya wisatawan yang “bersembunyi”. Para wisatawan itu disebutnya melanjutkan waktu liburan di Provinsi Sulawesi Utara secara resmi dan dipantau oleh travel agent. Mereka tiba di Provinsi Sulawesi Utara tanggal 21 Januari 2020.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Baca juga: Sanksi Pidana untuk Penyebar Hoaks Terkait Virus Korona

“Tidak benar bahwa satu keluarga sakit. Yang mengalami gejala demam adalah balita berumur 2 tahun 6 bulan pada tanggal 30 Januari 2020 dan pada tanggal 3 Februari 2020 mengalami gejala batuk pilek. Oleh indikasi ini maka yang bersangkutan masuk dalam kriteria pengawasan dan dimasukkan ke dalam ruang isolasi RSUP Prof Kandou. Karena keberadaan yang bersangkutan yang masih balita, maka kedua orangtuanya juga harus ikut mendampingi yang bersangkutan,” kata Debie dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (5/2/2020).

Debie melanjutkan, sampel pasien telah diambil dan diperiksa di Puslitbangkes Kemenkes. Pihaknya masih menunggu hasil dari pengujian tersebut.

Selain itu Debie juga menegaskan tidak ada bukti ilmiah bahwa virus korona dari Wuhan, China ini menular lewat sistem pendingin udara. Pasalnya diperlukan partikel bersin dan batuk yang cukup besar untuk virus bisa bertahan. Pemanasan oleh sinar matahari akan membuat virus menjadi inaktif.

"Kami memohon masyarakat untuk tidak cepat percaya terhadap hoaks dan tidak menyebarnya tanpa ada klarifikasi," tegas Kadinkes.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini