nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bentrok Eksekusi Lahan di Riau, Wartawan MNC Group Dianiaya & Kamera Dirampas

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 05 340 2163929 bentrok-eksekusi-lahan-di-riau-wartawan-mnc-group-dianiaya-kamera-dirampas-iYdjPTjffI.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

PEKANBARU - Eksekusi lahan petani di Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau kembali pecah. Salah satu wartawan MNC Group jadi korban bentrokan antara aparat dengan ratusan petani.

Korban adalah Indra Yose, kontributor MNC Group. Indra mengaku dipukuli sekuriti perusahaan PT NWR yang ikut dalam pengamanan lokasi. Selain itu, kamera yang dipakai untuk bertugas dirampas.

"Saat itu situasi sudah mulai ricuh. Kedua belah pihak saling lempar. Saat itu saya berlidung di bawah pohon sawit sambil mengambil video kerusuhan. Kemudian sekuriti perusahaan NWR mendatangi saya, saya dipukul dan tendang. Kamera saya juga dirampas," kata Indra, Rabu (5/2/2020).

Indra sudah menegaskan dirinya adalah wartawan yang sedang melakukan peliputan. Namun pihak sekuriti perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) itu tidak peduli. Indrapun saat ini kehilangan kameranya.

"Kamera saya juga dirusak mereka. Video visual yang saya abadikan pasti rusak juga. Saya sangat kecewa padahal yang sudah jelaskan identitas," ucapnya.

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Indra akan melaporkan kejadian ini ke polisi. "Saya akan lapor ke Polda Riau. Harapan saya, pihak perusahaan menganti rugi kamera saya," ucap Indra.

Sementara itu Kapolres Pelalawan AKBP Hasyim mengatakan belum mengetahui adanya penganiayaan yang dialami wartawan di lokasi.

"Nanti saya cek dulu," ucap Hasyim.

Bentrokan ini karena ratusan warga melakukan perlawanan saat lahan sawit mereka dieksekusi. Luas lahan yang dieksekusi 3.323 hektare, terdiri dari 2.000 hektare lahan sawit milik PT PSJ dan 1.300 hektare milik warga. Eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) RI No 1087 K/Pid.Sus.LH/2018 pada 17 Desember 2018.

Saat ini 700 warga yang lahannya masuk dalam eksekusi masih melakukan upaya Peninjauan Kembali (PK). Sementara itu, perwakilan dari PT NWR Abdul Hadi yang dikonfirmasi iNews.id mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan wartawan MNC Media Indra Yoserizal, terkait insiden tersebut. NWR akan mencari solusi terbaik untuk permasalahan yang terjadi di Desa Gondai.

"Kami sudah berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Kami akan bahas langkah terbaik untuk masalah ini. Nanti malam kami konpers bersama," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini