CIREBON - Empat kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terendam banjir sejak Rabu 5 Februari 2020 malam. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan beberapa aliran sungai di Kabupaten Cirebon meluap.
Dari data yang dihimpun Okezone, sejak bulan Januari sampai awal bulan Februari 2020, banjir kerap melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Cirebon.
Beberapa diantaranya seperti banjir di Desa Gamel pada 21 Januari 2020 lalu, serta banjir di Desa Kalimekar dan Desa Gebangudik pada 3 Februari 2020 kemarin.
Baca Juga: Banjir Landa Cirebon, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi
Dijelaskan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, selain curah hujan tinggi, salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Cirebon belakangan ini, karena tanggul-tanggul di aliran sungai Kabupaten Cirebon jebol.
Menurut Dadang, tanggul-tanggul tersebut mudah jebol lantaran usianya sudah tua. Jadi, ketika debit air meningkat, tanggul-tanggul itu tidak mampu menahan air, sehingga air kemudian meluap.
"Tanggul-tanggul di seputaran sungai ini sudah berumur tua dan tidak kuat menampung luapan air yang banyak," ujar Dadang saat berbincang dengan Okezone, Kamis (6/2/2020).

Lebih lanjut Dadang mengungkapkan, beberapa sungai di Kabupaten Cirebon sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan. Salah satu penyebabnya adalah kebiasan masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan ke aliran sungai.
Diterangkan Dadang, dari pendangkalan dan penyempitan itu, sungai-sungai di Kabupaten Cirebon tidak bisa menampung volume air, seumpama hujan deras turun di wilayah Kabupaten Cirebon.
Akibatnya tanggul tidak mampu menahan dan air akan meluap. Kemudian luapan air itu merendam pemukiman warga di sekitar bantaran sungai.
"Cirebon itu muaranya. Meski di Cirebon hujan kecil, tapi di hulunya, di Majalengka dan Kuningan jika hujan deras, kita akan kena dampaknya. Semua air akan mengalir ke sini. Sungai di sini tidak mampu menampung air karena sudah terjadi pendangkalan dan penyempitan," kata Dadang.