Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Tak Ingin 238 WNI yang Diobservasi di Natuna Dapat Stigma

Fahreza Rizky , Jurnalis-Jum'at, 07 Februari 2020 |17:44 WIB
Pemerintah Tak Ingin 238 WNI yang Diobservasi di Natuna Dapat Stigma
Kantor Staf Kepresidenan konpers soal penanganan virus korona. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)
A
A
A

JAKARTA – Kantor Staf Kepresidenan (KSP) tidak ingin 238 warga negara Indonesia (WNI) yang menjalani observasi di Pulau Natuna usai dipulangkan dari China pascamewabahnya virus korona mendapat stigma dari masyarakat.

Stigmatisasi yang dimaksud adalah pandangan negatif terhadap mereka hingga bisa menimbulkan praktik diskriminatif.

Plt Deputi II KSP, Abetnego Tarigan mengatakan, masyarakat mesti mendapatkan informasi yang benar ihwal isu virus korona ini sehingga 238 WNI yang menjalani observasi di Natuna tidak distigmatisasi.

"Kami sangat berharap adanya pusat informasi ini, kita hindari stigmatisasi karena ini bisa menjadi diskriminasi dan lain-lain. Peran media penting sekali," katanya saat jumpa pers di Kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Melihat Aktivitas WNI dari Wuhan yang Diobservasi di Natuna

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement