nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha-Pengusaha yang Nyaris Bangkrut saat Banjir Menerjang Cirebon

Fathnur Rohman, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 07:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 07 525 2164672 pengusaha-pengusaha-yang-nyaris-bangkrut-saat-banjir-menerjang-cirebon-pwFNFsCsef.jpg Banjir di Cirebon rugikan banyak pengusaha (Foto: Okezone/Fathnur)

CIREBON - Ibrahim, warga Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, hanya bisa pasrah melihat kain-kain konveksi miliknya rusak dan basah karena terendam banjir sejak Rabu 5 Februari 2020 malam.

Saat ditemui Okezone pada Kamis 6 Februari, Ibrahim terlihat tengah berusaha menyelamatkan kain-kain konveksi miliknya yang masih tersisa. Meski basah, ia tetap memungut kain tersebut dan menjemurnya di atas pagar rumahnya.

Ibrahim menceritakan, banjir tahun ini adalah banjir terparah. Air merendam rumahnya dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Awalnya, saat banjir terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, ketinggian air hanya sampai lutut orang dewasa. Namun, selang beberapa saat ketinggian air bertambah hingga 1,5 meter.

Cirebon Banjir (Foto: Okezone/Fathnur)

Akibat banjir ini Ibrahim mengaku merugi hingga Rp50 juta. Ia merugi karena kain konveksi miliknya rusak dan basah. Selain itu, beberapa mesin jahitnya juga ikut terendam air.

Baca Juga: Banjir yang Melanda Cirebon Berangsur Surut

Ibrahim bisa merugi karena kain konveksi miliknya rusak dan basah, beberapa barang milik Ibrahim hanyut terbawa air. Menurutnya, banjir kali ini arusnya cukup deras.

"Tadinya cuman selutut. Kemudian bertambah. Barang saya ada beberapa yang hanyut. Kain-kain konveksi saya juga rusak. Saya memperkirakan merugi sampai Rp50 juta, " ujar Ibrahim kepada Okezone, Kamis (6/2/2020) pagi.

Masih dituturkan Ibrahim, dirinya memang sempat pergi mengungsi ke rumah saudaranya, lantaran banjir merendam rumahnya dengan ketinggian 1,5 meter. Akan tetapi, pada Kamis pagi, Ibrahim akhirnya kembali ke rumahnya karena khawatir barang berharga lain miliknya hilang.

Sementara itu nasib serupa juga harus dialami Roni. Pria berumur 34 tahun ini terpaksa tidak berjualan bubur ayam karena gerobaknya terendam banjir. Roni mengungkapkan, selain ia, ada beberapa toko di samping rumahnya juga yang tidak berjualan.

Roni menerangkan, banjir ini sangat mengganggu kegiatannya. Disampaikan Roni, ada beberapa barang miliknya yang juga hanyut terbawa oleh arus air. Bahkan barang elektroniknya juga ada yang rusak.

Roni sendiri masih merasa khawatir karena dari informasi yang ia dapat, ada tanggul sungai di desanya yang jebol. Ia berharap agar banjir susulan di hari-hari berikutnya tidak kembali terjadi seperti sekarang.

"Saya masih khawatir kalau hujan deras. Takut banjir lagi. Soalnya airnya tinggi. Saya sampai enggak jualan. Di sini tidak ada aktivitas. Kita jaga rumah saja, " tutur Roni.

Dari pantauan Okezone di salah satu lokasi banjir, yakni di Desa Bojong pada Kamis sore, ratusan warga yang sempat mengungsi di tempat pengungsian sudah kembali ke rumah masing-masing, karena ketinggian air menurun.

Sebagian warga yang kembali ke tempat tinggalnya, terlihat mulai membersihkan rumah dari lumpur yang tertinggal akibat banjir. Mereka juga menjemur barang-barang yang sempat terendam air.

Sekedar informasi, empat kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terendam banjir sejak Rabu 5 Februari 2020 malam. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan beberapa aliran sungai di Kabupaten Cirebon meluap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini