Sementara itu nasib serupa juga harus dialami Roni. Pria berumur 34 tahun ini terpaksa tidak berjualan bubur ayam karena gerobaknya terendam banjir. Roni mengungkapkan, selain ia, ada beberapa toko di samping rumahnya juga yang tidak berjualan.
Roni menerangkan, banjir ini sangat mengganggu kegiatannya. Disampaikan Roni, ada beberapa barang miliknya yang juga hanyut terbawa oleh arus air. Bahkan barang elektroniknya juga ada yang rusak.
Roni sendiri masih merasa khawatir karena dari informasi yang ia dapat, ada tanggul sungai di desanya yang jebol. Ia berharap agar banjir susulan di hari-hari berikutnya tidak kembali terjadi seperti sekarang.
"Saya masih khawatir kalau hujan deras. Takut banjir lagi. Soalnya airnya tinggi. Saya sampai enggak jualan. Di sini tidak ada aktivitas. Kita jaga rumah saja, " tutur Roni.
Dari pantauan Okezone di salah satu lokasi banjir, yakni di Desa Bojong pada Kamis sore, ratusan warga yang sempat mengungsi di tempat pengungsian sudah kembali ke rumah masing-masing, karena ketinggian air menurun.
Sebagian warga yang kembali ke tempat tinggalnya, terlihat mulai membersihkan rumah dari lumpur yang tertinggal akibat banjir. Mereka juga menjemur barang-barang yang sempat terendam air.
Sekedar informasi, empat kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terendam banjir sejak Rabu 5 Februari 2020 malam. Banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan beberapa aliran sungai di Kabupaten Cirebon meluap.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.