JAKARTA - Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bernardus Wisnu Widjaja memastikan pihaknya akan tetap siaga terkait puncak hujan yang diprediksi bakal terjadi pada pertengahan Februari.
"Di bulan Februari itu harus kita waspadai, bahkan sampai pertengahan Maret. Jadi, kita masih siaga di situ," ucap Wisnu saat ditemui di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (11/2/2020).
Kendati demikian, BNPB terus mengikuti perkembangan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait perubahan-perubahan cuaca yang akan terjadi.
"Ya, kita terus menginformasikan, mengingatkan terus karena kita sifatnya mendukung. Jadi kita mendukung itu, mendukung informasi," tuturnya.
Senada dengan Wisnu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, pihaknya tetap memantau dan mengikuti pola yang akan dikeluarkan oleh pihak BMKG.

"Kita mengikuti warning dari BMKG. Jadi, BMKG sudah merilis bahwa puncaknya itu kan bulan Februari, itu biasanya kan dia akan meng-updatenya rutin kepada perubahan-perubahan. Kita mengikuti setiap pola seperti yang disampaikan oleh BMKG," papar Agus.
"Nah, itu kita secara umum me-warning untuk memberitahu ke seluruh pimpinan kepala daerah, kemudian kita juga melakukan sosialisasi publikasi lewat website, twitter, rilis, supaya masyarakat mengindahkan apa yang di-warning sama BMKG," tutupnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.