Perubahan arah angin yang tiba-tiba juga akan diantisipasi BMKG lewat sistem wind shear. Potensi bencana lain yang diantisipasi yaitu gelombang Samudera Hindia yang tergolong tinggi dan adanya kilat yang dapat membahayakan penerbangan.
Menurutnya, kelengkapan sensor bencana di YIA terbilang paling lengkap, setara dengan Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Meski begitu, efektivitas sistem ini masih akan disimulasi dengan melibatkan BPBD setempat. "Peringatan dini kan tidak harus dengan sirine. Ini yang baru kita simulasi. Kalau dengan sirine itu apa masyarakat tambah bingung atau tidak, itu masih jadi bahan diskusi kami, mana yang terbaik dan kita simulasikan," terangnya.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sleman, Reni Kraningtyas menambahkan, bulan Januari-Februari 2020 merupakan puncak musim hujan di wilayah DIY-Jateng. Pihaknya telah memberikan peringatan dini cuaca ekstrem agar BPBD dan OPD terkait bisa melakukan antisipasi dini.
"Di Jogja sudah ada radar cuaca, kami juga sudah ada data zona-zona dan itu kami koordinasikan dengan BPBD setempat, termasuk titik-titik rawan longsor. Kalau bandara ini aman dari longsor karena berada di wilayah datar," katanya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.