nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Kasus Prostitusi Online, Muncikarinya Seorang Mahasiswa

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Rabu 12 Februari 2020 11:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 12 340 2167194 polisi-bongkar-kasus-prostitusi-online-muncikarinya-seorang-mahasiswa-sICQ5hQwVS.JPG Polres Kotawaringin Barat mengekspose kasus prostitusi online yang diotaki seorang mahasiswa (Foto: Okezone.com/Sigit Dzakwan)

KOBAR - Aparat Satreskrim Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil menbongkar bisnis prostitusi online yang melibatkan muncikari seorang mahasiswa dan gadis belia di wilayah Pangkalan Bun.

Anggota Jatanras Polres Kobar berhasil menangkap pria berinisial FA (25), seorang mahasiswa sebagai muncikari saat melakukan transaksi bersama klien yang notabene pria hidung belang di sebuah hotel di Jalan Domba, Pangkalan Bun pada Minggu, 9 Febuari 2020 sekira pukul 21.45 WIB.

Kapolres Kobar, AKBP E Dharma E Ginting mengatakan, pelaku menawarkan wanita malam itu melalui aplikasi WhatsApp. Modus tersangka awalnya mengirimkan sejumlah foto gadis yang dijualnya kepada pria hidung belang disertai tarifnya untuk sekali kencan (short time).

“Layanan seksualnya ini bertarif antara Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Dari harga itu FA mendapat keuntungan per transaksi antara Rp200 ribu sampai Rp250 ribu," ujar Ginting, Rabu (12/2/2020).

Biasanya lanjut Ginting, pria hidung belang yang sudah deal diwajibkan mentransfer uang muka alias DP terlebih dahulu. Setelahnya, baru disepakati di mana gadis pesanan itu akan diantar.

Sejauh ini menurut pengakuan FA, ia sudah menjalani bisnis haram itu sejak Maret 2019 dan sudah puluhan pria hidung belang menjadi pelanggannya. Sejauh ini pelaku memiliki 7 perempuan bisa dijajakan. Usianya berkisar 18-25 tahun.

“Jadi FA ini punya cewek yang bisa dijual berawal dari pertemanan saja. Grup mereka ini sering mangkal di sekitar bundaran Pancasila, Pangkalan Bun tepatnya di sebuah kafe halte,” tuturnya.

Polisi mengamankan barang bukti di antaranya berupa uang hasil penjualan PSK online sekitar Rp500 ribu, buku tabungan tersangka, kartu ATM dan dua ponsel milik tersangka untuk menjalankan bisnis prostitusi itu.

“Kita juga punya bukti chatting WA tersangka dengan sejumlah pria hidung belang dan cewek yang dijual saat proses transaksi," kata dia.

Tersangka dapat dijerat Pasal 2, Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Human Trafficking).

“Tersangka terancam minimal tiga tahun penjara dan maksimal 15 tahun. serta pidana denda minimal Rp120 juta dan denda maksimal Rp600 juta," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini