"Bisa juga dengan mengurangi skors nilai mereka (murid), jadi harus dilakukan secara terbuka. Bayangkan saja anak kita yang digituin (pukul)," ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).
Tri menyatakan saat ini tidak bisa lagi mengedepankan tindak kekerasan dalam proses belajar-mengajar. "Ya bukan zamannya lagi kekerasan. Saya rasa ini sudah bagian dari etika," ujarnya.
Seharusnya para guru memberikan hukuman yang edukatif. Misalnya dengan menghafalkan Alquran dan memberikan pekerjaan rumah tambahan.
Sebagaimana diketahui, sebuah video berdurasi 14 detik viral di linimasa media sosial. Video itu memperlihatkan seorang guru yang memukuli muridnya dengan kepalan tangan.
Baca juga: Guru SMA di Bekasi yang Terekam Pukuli Muridnya Dikenal Temperamen