nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duka Balita Meninggal Dipatuk Ular Weling, Ayah: Dia Lagi Lucu-lucunya!

Fathnur Rohman, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 12:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 13 525 2167794 duka-balita-meninggal-dipatuk-ular-weling-ayah-dia-lagi-lucu-lucunya-TcSfozeGlD.JPG Keluarga dan tetangga hendak mengantar jenazah balita korban gigitan ular weling di Cirebon, Jawa Barat

Sebelum dibawa ke RSD Gunung Jati, pihak keluarga sempat berupaya agar bisa ular weling itu tidak menjalar ke seluruh tubuh anaknya. Mereka menyedot racun dari luka gigitan dan mengikatkan kain di kaki anaknya.

"Kami berusaha menyedot racunnya dan mengikatkan kain,” terang Mukmin.

Sementara itu, Wakil Direktur RSD Gunung Jati, dr Maria memaparkan, bisa ular weling yang menggigit balita malang itu menyerang sistem saraf dan sel darah. Akibatnya korban mengalami gagal napas dan jumlah trombosit dalam tubuhnya berkurang.

Korban sebelumnya sempat diberikan serum antibisa sebanyak 10 vial. Namun antibisa itu tidak bereaksi apa-apa. Masih kata Maria, diperlukan antiserum khusus yang cocok untuk bisa ular weling. Saat ini, RSD Gunung Jati hanya menyediakan antibisa untuk bisa ular jenis welang saja.

"Kita sudah masukkan 10 vial antibisa ke tubuh korban. Tapi tidak bisa. Karena antibisa itu untuk bisa ular welang. Ini ular weling Cirebon. Bisa ular ini menyerang sistem saraf dan sel darah. Jumlah trombositnya berkurang," ucap Maria.

Ular berbisa yang mematuk balita malang itu berjenis ular weling baru atau bungarus candidus. Sampai saat ini, antibisa atau antivenom (penangkal racun) dari ular weling ini belum bisa didapatkan di Indonesia.

"Masih belum ada perkembangan signifikan. Jenis ularnya sudah teridentifikasi. Jenis ular bungarus candidus Cirebon, atau jenis ular weling baru," tukasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini