nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Irwandi Yusuf Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Mantan Wagub Aceh: Anggap Saja Cobaan

Windy Phagta, Jurnalis · Jum'at 14 Februari 2020 23:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 14 340 2168710 irwandi-yusuf-dieksekusi-ke-lapas-sukamiskin-mantan-wagub-aceh-anggap-saja-cobaan-BdtRQuXodX.jpg Irwandi Yusuf

Menurutnya sekarang banyak pemimpin daerah pendapatan sahnya tak sebanding dengan beban kerja dan tuntutan. Untuk memenuhi tuntutan itu sebagian di antaranya terjebak korupsi.

"Sekarang pendapatan sah pemimpin mulai dari gubernur, presiden, bupati, keusyik (kepala desa) banyak yang tidak layak, sementara tuntutan daei efek demokrasi melebihi itu. Banyak orang bawa proposal, minta sumbangan misalnya, ini jadi tidak imbang, makanya itu harus ada solusi dari republik ini," ujar Nazar.

Masalah lain, kata dia, minim penghargaan terhadap orang yang pernah jadi pemimpin daerah seperti uang pensiun yang minim, serta tak ada fasilitas lain diberikan negara seperti rumah maupun kendaraan. Hal itu menjadi salah satu pemicu pejabat mencari pendapatan lebih, sehingga ada di antaranya yang korupsi.

Nazar menceritakan pengalamannya memimpin Aceh bersama Irwandi pada 2007-2012. Saat itu, Aceh baru saja lepas dari belenggung konflik bersenjata selama 30 tahun dan masih dalam tahap pemulihan akibat bencana tsunami yang menerjang 26 Desember 2004.

Namun, duet kepemimpinan Irwandi-Nazar dinilai berhasil karena ada banyak program inovatifi dijalankan seperti pemberian beasiswa besar-besaran untuk anak yatim, santri dayat (pesantren) hingga mahasiswa S3, pembangunan rumah duafa, program jaminan kesehatan gratis untuk semua masyarakat, pembangunan infrastruktur dasar sperti jalan-jalan sampai ke desa-desa.

"Saat itu dana otonomi khusus tak banyak, tapi pembangunan banyak yang berhasil kita lakukan. Pembangunan masa kami melebihi ekspektasi yang diharapkan pemerintah pusat. Pusat hanya meminta menjaga perdamaian dan membangun hubungan dengan semua pihak, tapi kami berhasil menjalankan program pembangunan yang inovatif," ujar Nazar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini