JAYAPURA – TNI masih mencari keberadaan 10 pucuk senjata api milik prajurit yang jadi korban jatuhnya Helikopter MI-17 yang jatuh di Pegunungan Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Senjata itu diduga sempat diambil oleh masyarakat saat heli milik TNI AD itu jatuh, pada akhir Juni 2019.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Herman Asaribab mengatakan, saat jenazah ke 12 kru dan penumpang heli tersebut dievakuasi, 10 pucuk senjata api tersebut sudah tak ada. Senjata itu terdiri dari tujuh senjata laras panjang jenis SS1 dan tiga pistol.
"Saat pengambilan jenazah, senjata sudah tidak ada, sementara ada informasi masyarakat ada yang mengamankan, maka kita meminta masyarakat untuk mengembalikan," kata Herman, Sabtu (15/2/2020).

Helikopter MI-17 milik TNI AD hancur usai jatuh di Pegunungan Bintang, Papua (Istimewa)