nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taiwan Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Virus Covid-19 di Wilayahnya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 12:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 17 18 2169600 taiwan-konfirmasi-kematian-pertama-akibat-virus-covid-19-di-wilayahnya-RulPXUKSAx.jpg Foto: Okezone.

TAIPEI - Seorang pengemudi taksi meninggal dunia akibat virus korona Covid-19 di Taiwan, menandai kematian pertama di pulau tersebut. Ini merupakan kematian kelima di luar China daratan akibat wabah yang telah menjadi darurat kesehatan dunia itu.

Dalam konferensi pers pada Minggu, 16 Februari 2020, Menteri Kesehatan Chen Shih-chung mengatakan bahwa orang yang meninggal itu adalah seorang pria berusia 61 tahun yang menderita diabetes dan hepatitis B.

BACA JUGA: Jumlah Kasus Baru Covid-19 Meningkat, Korban Tewas Mencapai 1.700 Orang

Hingga saat ini, telah ada 20 kasus infeksi virus Covid-19 yang dikonfirmasi di Taiwan.

Pasien yang meninggal dunia belum pernah melakukan perjalanan ke luar negeri baru-baru ini dan merupakan seorang sopir taksi. Dia membawa para penumpang terutama dari Hong Kong, Makau dan daratan China. Salah seorang anggota keluarga pasien itu juga dipastikan terinfeksi virus tersebut.

Pasangan itu merupakan kasus penularan lokal pertama Taiwan dan pihak berwenang tengah berusaha mencari sumber penularan virus secepat mungkin.

"Sejauh ini, kami tidak dapat mengumpulkan riwayat kontaknya, jadi kami secara aktif melakukan penyelidikan, berharap untuk mengetahui sumber kontraksi," kata Chen sebagaimana dilansir Reuters, Senin (17/2/2020).

BACA JUGA: Jepang Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Korona Covid-19

Pejabat kementerian kesehatan mengatakan bahwa Taiwan pada Senin, 17 Februari 2020 akan mulai menguji semua pasien yang menunjukkan gejala yang berhubungan dengan virus korona dan telah melakukan perjalanan ke luar negeri baru-baru ini.

Berdasarkan laporan terakhir virus korona Covid-19 telah menewaskan sedikitnya 1.700 orang dan menginfeksi lebih dari 68.000 pasien di lebih dari 20 negara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini